Mendag: Beras Akan Digelontorkan ke Pasar Sampai Harganya Sesuai HET

TrubusLife
Astri Sofyanti
27 Agu 2018   17:15 WIB

Komentar
Mendag: Beras Akan Digelontorkan ke Pasar Sampai Harganya Sesuai HET

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang bulog. (Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kementerian Perdagangan RI (Kemendag) akan berupaya terus untuk melakukan stabilisasi guna menekan harga beras di pasaran hingga sesuai harga eceran tertinggi (HET). Untuk itu, Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita akan melakukan penetrasi pasar.

Sebagai informasi, penetrasi pasar berarti menggelontorkan beras stok pemerintah ke pasaran sampai harga beras di pasaran sesuai HET. Mendag mengatakan, bahwa penetrasi pasar akan dimulai hari ini, Senin (27/8).

Baca Lainnya : Mendag: Kebijakan Impor Beras 2 Juta Ton untuk Cadangan Bulog

"Nah sekarang kita sudah tadi rakor, dan memerintahkan kembali guyur pasar, maksudnya penetrasi pasar. Mulai hari ini," kata Enggar ketika ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian usai menghadiri Rapat Koordinasi terkait beras impor, Senin (27/8).

Lebih lanjut, Enggar menjelaskan, pihaknya akan terus mengguyur pasar sampai harga beras turun. Atau beras ada di angka harga eceran tertinggi (HET).

"Targetnya sampai harga stabil sesuai HET," terang Enggar.

Langkah ini dilakukan Kemendag karena harga beras medium sudah berada di HET yaitu sebesar Rp9450 per kilogram, yang dikhawatirkan harga ini akan naik.

Baca Lainnya : Bulog Akan Pakai Surplus Beras Terdahulu, untuk Tutupi Kekurangan di Musim Kemarau

Selain memberikan informasi mengenai langkah penetrasi, dalam rapat ini juga Mendag memastikan tahun ini pemerintah tidak akan menambah izin impor beras. Setelah sebelumnya, pemerintah melalui rakor yang sudah disetujui kementerian pertanian sampai Bulog sudah menggelontorkan izin impor beras sebesar 2 juta ton.

"Insyaallah (sampai akhir tahun tidak ada izin impor beras), Izin impor itu kan 500 ton, 500 ton dan 1 juta ton itu sudah ditentukan April lalu kan," ucapnya lagi.

Kebijakan untuk melakukan impor saat ini merupakan dampak dari stok beras yang dimiliki pemerintah Indonesia semakin berkurang. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Berkebun Efektif Hilangkan Stres Hingga Menjadi Trauma Healing

Health & Beauty   10 Juli 2020 - 10:20 WIB
Bagikan: