Siap-siap Hadapi Cuaca Ekstra Hangat pada 2020

TrubusLife
Diah Fauziah
27 Agu 2018   16:00 WIB

Komentar
Siap-siap Hadapi Cuaca Ekstra Hangat pada 2020

Ilustrasi. (AFP)

Trubus.id -- Pemanasan global akibat manusia dan lonjakan alami di suhu permukaan Bumi akan menyebabkan kondisi di seluruh dunia sangat panas dalam lima tahun ke depan, menurut penelitian yang diterbitkan Selasa (21/8).

Apa yang disebut variabilitas alam ini akan menggandakan cuaca hangat yang ekstrem di permukaan laut perairan, menciptakan lahan pembiakan berbahaya untuk angin topan dan juga badai, ujar peneliti.

"Fase hanget ini memperkuat perubahan iklim jangka panjang. Diperkirakan, fase ini akan terjadi selama lima tahun," ucap Florian Sevellec, ilmuwan iklim di University of Brest di Prancis.

Baca Lainnya : Pemanasan Global Pacu Lahan Kopi Berkurang

Suhu permukaan rata-rata Bumi selalu berfluktuasi. Selama jutaan tahun terakhir, suhu Bumi selalu berubah. Dalam 11.000 tahun terakhir, suhu Bumi menjadi lebih hangat dibandingkan zaman es, memungkinkan spesies manusia untuk berkembang.

Perubahan iklim akibat manusia disebabkan oleh miliaran ton gas rumah kaca yang dibuang ke atmosfer, terutama selama abad terakhir, telah menjadi puncak pergeseran kecil itu.

Memisahkan pengaruh pencemaran karbon dan variasi alami telah lama dikhawatirkan para ilmuwan yang mencoba mengukur dampak perubahan iklim pada siklon, kekeringan, banjir dan bentuk lain dari cuaca ekstrem.

Baca Lainnya : The Great Barrier Reef Telah Berubah Akibat Pemanasan Global

Dalam penelitian, Florian bersama rekannya fokus pada fluktuasi alami yang bagi sebagian besar ilmuwan iklim adalah "kebisingan" yang mengaburkan jejak perubahan iklim. Dibandingkan model iklim komprehensif yang menghasilkan perkiraan jangka panjang, peneliti menggunakan pendekatan statistik yang ramping.

"Kami mengembangkan sistem untuk memprediksi variasi iklim alami atau jangka pendek dalam perubahan iklim," ucap Florian.

Ia melanjutkan, "Untuk periode 2018 hingga 2022, kami menemukan anomali yang setara dengan dampak pemanasan antropogenik."

Menurutnya, pemanasan alami memiliki dampak yang sama seperti perubahan iklim akibat manusia selama lima tahun ke depan. Gelombang panas laut atau peristiwa pemanasan lautan diperkirakan meningkat 150 persen.

Baca Lainnya : Peneliti: Efek Pemanasan Global Bikin Kadal Lebih Bodoh

Metode baru ini bernama PROCAST atau for PRObabilistic foreCAST, diuji terhadap catatan suhu masa lalu dan terbukti seakurat model standar. Dapat dijalankan dalam hitungan detik di laptop.

"Ini membuka kemungkinan melakukan prakiraan iklim kepada lebih banyak peneliti, terutama di negara-negara yang tidak memiliki akses mudah ke super komputer," tuturnya.

Para peneliti berniat menyesuaikan sistem mereka untuk membuat prediksi regional. Tidak hanya suhu, tapi juga memperkirakan curah hujan dan tren kekeringan. Bagaimanapun, Bumi berada di jalur untuk memanas hingga dua kali lipat sebelum akhir abad. [DF]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Perubahan Iklim Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Anak Seluruh Dunia

Health & Beauty   19 Nov 2019 - 07:12 WIB
Bagikan:          
Bagikan: