Jangan Takut Kolesterol karena Makan Daging Kambing, Begini Menyiasatinya

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
21 Agu 2018   22:30

Komentar
Jangan Takut Kolesterol karena Makan Daging Kambing, Begini Menyiasatinya

Berdasarkan USDA (U.S. Department of Agriculture), daging kambing memiliki kandungan kolesterol dan lemak paling sedikit. (Debragga)

Trubus.id -- Biasanya, seseorang yang terdiagnosis kolesterol tinggi akan berupaya menghindari konsumsi telur, produk susu dan daging-dagingan, termasuk daging kambing. Sebenarnya, tak perlu sepenuhnya menghilangkan makanan itu dari menu setiap hari karena ada kolesterol baik yang dibutuhkan tubuh.

Daging kambing dipercaya mempunyai khasiat yang lebih tinggi dibanding sapi atau domba. Banyak orang percaya bahwa, daging kambing dapat meningkatkan potensi seksual, terutama kaum pria. Bahkan di Taiwan, daging kambing dipercaya mempunyai khasiat menghangatkan badan. Itulah kenapa, menu dari daging kamibing sangat digemari penduduk Taiwan saat musim dingin.

Di samping itu, daging kambing kerap dijadikan ‘kambing hitam’ atas kolesterol tinggi yang dikandungnya. Benarkah demikian? Berikut beberapa fakta mengenai daging kambing, dirangkum dari berbagai sumber.

Baca Lainnya : Menikmati Sei, Daging Asap Kuliner Kupang yang Yummy

1. Mengandung kolesterol lebih rendah

Salah satu kajian yang dilakukan oleh USDA (U.S. Department of Agriculture) mendapati bahwa, daging kambing memiliki kandungan kolesterol dan lemak paling sedikit. Secara ilmiah, tidak benar jika daging kambing merupakan penyebab seseorang mengidap kolesterol.

2. Kandungan lemak jenuh lebih rendah

Lemak Jenuh (saturated acid fat) butuh waktu yang sangat lama untuk bisa diurai oleh tubuh. Ikatan reaksinya menjadi LDL (kolesterol jahat) yang bisa menggumpal jadi plak dan mengakibatkan penyempitan rongga aliran darah serta pembuluh darah tidak fleksibel. Inilah sebab utama dari penyakit jantung, hipertensi dan stroke.

3. Kandungan zat besi lebih tinggi

Zat Besi berperan penting untuk pengangkutan oksigen dan melancarkan aliran listrik dalam otak. Bersama dengan DHA, Omega-3 dan vitamin B12, mampu meningkatkan perkembangan otak. Kandungan zat besi pada daging lebih mudah diserap tubuh dibanding zat besi yang ada pada sayuran maupun makanan olahan.

4. Mengandung banyak Mineral dan Vitamin

Protein, Kalsium, Fosfor, Potasium, Selenium, Manganese, Niacin, Folate, Zing, Copper, Sodium, Vitamin; B1, B2, B3, B9, B12, E, K, Omega-3 dan Omega-6 adalah sejumlah vitamin dan mineral yang terkandung dalam daging kambing.

Baca Lainnya : Jangan Bingung, Begini Cara Mudah Mengolah Kepala Kambing Agar Lezat Dikonsumsi

5. Lebih orisinal dan alami

Tidak seperti hewan ternak lain yang mudah direkayasa pertumbuhannya, kambing memiliki karakter khusus lantaran sulit direkayasa pertumbuhannya. Itu karena, kambing termasuk hewan ternak yang lebih sulit beradaptasi dan rentan ketika mengalami perubahan.

Lebih Selektif Memilih Daging  

Nah, agar kolesterol terkontrol dan tetap mendapatkan nutrisi dari daging kambing, cara yang paling aman saat mengonsumsinya dengan memperhatikan cara mengolah daging kambing. Yang tak kalah penting ialah, memahami porsi ideal harian untuk mengonsumsi daging kambing.

Pilih yang komposisi dagingnya 90 persen

Periksa daging kambing yang akan dibeli. Pilih potongan yang 90 persen komposisinya daging daripada lemak atau tulang.

Pilih daging tanpa lemak

Hindari bagian dari daging yang mengandung lemak. Untuk potongan tanpa lemak pada daging kambing dan domba, biasanya ada di bagian tenderloin (daging has dalam), loin chops (daging bagian punggung) dan daging kaki.

Baca Lainnya : Mau Kurban, Mesti Tahu Perbedaan Kambing dan Domba

Batasi konsumsi daging olahan

Daging olahan seperti sosis, beef burger, bakso, dan salami, termasuk tinggi lemak dan berkadar garam tinggi. Batasi juga konsumsi produk daging yang sudah diolah menjadi makanan seperti pai isi daging, roti isi, dan kue asin atau gurih.

Perhatikan Cara Mengolah Daging

Cara mengolah daging kambing perlu diperhatikan untuk meminimalkan kolesterol yang masuk ke tubuh. Berikut ini cara mengolah yang dianjurkan untuk mengurangi lemak daging.

  • Sebelum dimasak, potong dan buang lemak-lemak yang tampak pada daging, termasuk bagian kulit.
  • Hindari mengolah dengan cara menggoreng, lebih bagus memanggangnya. Sebagai gambaran, daging yang dipanggang hanya mengandung setengah lemak dari daging yang digoreng.
  • Hindari menambahkan minyak atau lemak pada saat mengolah daging.
  • Perbanyak hidangan dengan menu sayuran dan kacang-kacangan daripada daging-dagingan. [DF]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: