Kerangka Suku Maya Berusia 7.000 Tahun Ditemukan di Meksiko

TrubusLife
Diah Fauziah
15 Agu 2018   22:30 WIB

Komentar
Kerangka Suku Maya Berusia 7.000 Tahun Ditemukan di Meksiko

Reruntuhan bangunan yang dibangun oleh Suku Maya (DC_Aperture)

Trubus.id -- Senin (13/8), arkeolog di Meksiko menemukan kerangka manusia utuh yang diperkirakan merupakan nenek moyang Suku Maya. Kerangka yang terdiri dari tiga tulang belulang manusia ini ditemukan di Gua Puyil, negara bagian Tabasco di selatan Meksiko.

Peneliti memperkirakan, dua tulang tersebut berusia 4.000 tahun, sementara satunya lagi berusia 7.000 tahun yang berasal dari periode peralihan gaya hidup dari berburu ke nomaden.

"Sekitar 7.000 tahun lalu, manusia baru mengalami transisi gaya hidup dari pemburu menjadi sedentarisme," kata Alberto Matos saat diwawancarai The Independent.

Diego Prieto, direktur umum Institut Nasional Antropologi dan Sejarah, mengatakan jika Suku Maya menggunakan gua sebagai tempat suci untuk menghormati mayat leluhur yang dimakamkan di sana.

Foto: Twitter.

"Gua Puyil bukan sekadar tempat dimakamkannya leluhur Suku Maya dari periode Akhir Klasik, tapi juga tempat leluhur Tabasco kontemporer, di mana tiga kerangka leluhur Suku Maya ditemukan," jelas Diego, melalui akun Twitternya.

Suku Maya tinggal di Semenanjung Yucatan, Amerika Tengah yang berbatasan dengan Samudra Pasifik di sebelah barat dan Laut Karibia di sebelah timur. Mencapai kejayaan di bidang teknologi pada tahun 250 hingga 925, dengan karya di bidang pertanian berupa kanal drainase, di mana tanaman jagung menjadi sumber utamanya.

Selain itu, Suku Maya kuno telah mengamati bintang-bintang, pergerakan matahari dan juga bulan. Mereka menafsirkan siklus iklim, panjang hari dan malam, panas dan dingin, hujan, dan kekeringan. [DF]

 

 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: