Panas Ekstrem Landa Shanghai, Warga Rela Tidur di Pinggir Jalan

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
10 Agu 2018   17:30

Komentar
Panas Ekstrem Landa Shanghai, Warga Rela Tidur di Pinggir Jalan

Akibat cuaca panas di Shanghai, tidak sedikit warga yang memilih tidur di taman. (flickr)

Trubus.id -- Gelombang panas tengah melanda Shanghai, China. Tapi, ada saja cara untuk bertahan dalam suhu gerah itu, salah satunya dengan bermalam di ruangan terbuka.

Sejak sore hari, banyak warga yang menempati bangku-bangku taman di Nanjing East Road, kawasan perbelanjaan teramai di Shanghai. Bahkan, tak sedikit pula yang membawa bangku lipat atau koran bekas dari rumahnya. Semuanya dilakukan demi tidur lelap di bawah bintang sambil berharap angin sejuk bertiup.

Kota yang dihuni oleh 24 juta jiwa ini sedang dilanda gelombang panas sejak beberapa minggu yang lalu. Kamis (9/8) kemarin, suhu udara di Shanghai tercatat 35 derajat Celcius.

Baca Lainnya : Jika Suhu Pemanasan Global Naik di Atas 1,5 Derajat Celcius, Apa yang Terjadi?

Melansir CNN, Shanghai memang terkenal sebagai kota yang modern. Namun, sudah menjadi rahasia umum kalau banyak juga permukiman kelas menengah ke bawah yang mendominasi kawasan ini.

Di kawasan itu, tidak sedikit warga yang tinggal di rumah sangat sederhana yang tak memiliki pendingin udara. Tarif listrik yang mahal membuat mereka harus berdamai dengan hawa gerah setiap harinya, terutama di musim panas.

Tidak heran jika setiap hari, sekitar pukul 4 pagi, pemandangan warga Shanghai yang tidur di tempat-tempat terbuka menjadi pemandangan unik. Bukan cuma satu atau dua, melainkan ratusan orang yang sedang terlelap. Tak sedikit pula yang membawa serta keluarga beserta anaknya.

Baca Lainnya : Suhu Panas di Malam Hari Ganggu Produksi Tanaman Kanola

Para lelaki biasanya tidur tanpa mengenakan atasan. Tak sedikit dari mereka yang tidur sambil mendengkur. Para petugas keamanan toko-toko mewah yang ada di kawasan itu tetap terjaga sembari memantau situasi.

Selain alas tidur dan selimut, mereka yang memilih taman sebagai peraduannya selama musim panas tak lupa membawa bekal sarapan seperti air putih dan roti kukus khas China.

Ya, suhu udara di Shanghai semakin memanas. Tahun lalu, suhu udara pada Juli mencapai 40,9 derajat Celcius. Menurut Badan Meteorologi China, gelombang panas terjadi semakin sering. [DF]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: