Tetap Siaga, Ini Langkah Mengamankan Diri dari Tsunami

TrubusLife
Ayu Setyowati
06 Agu 2018   14:30 WIB

Komentar
Tetap Siaga, Ini Langkah Mengamankan Diri dari Tsunami

Ilustrasi tsunami. (Smithsonian Magazine)

Trubus.id -- Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki luas perairan 3,2 juta kilometer persegi dan darat 1,9 juta kilometer persegi. Tidak heran jika Indonesia menjadi destinasi wisata bahari populer di dunia.

Namun, jangan lupa jika Indonesia masuk dalam lingkaran Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire yang mengelilingi cekungan Samudera Pasifik atau Sabuk Gempa Pasifik. Bencana alam seperti letusan gunung berapi atau gempa bumi dapat terjadi kapanpun, seperti yang terjadi di Lombok dan Bali pekan kemarin.

Ya, Minggu (5/8) malam, Lombok dan Bali diguncang gempa bumi berkekuatan 7 SR. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan BMKG, yang tidak lama kemudian, status tersebut dicabut.

Baca Lainnya : Jumlah Korban Gempa Lombok Capai 91 Orang Meninggal, 209 Luka-Luka

Walaupun peringatan tsunami telah berlalu, Trubus Mania harus tetap berhati-hati, apalagi jika sedang berada di tempat yang dekat pantai atau laut. Antisipasi ini bisa kalian lakukan jika mendapat peringatan tsunami, dikutip dari situs Red Cross.

1. Jika dari kawasan tempat kamu berdiam tak bisa melihat gulungan ombak di lautan, bisa dibilang kawasan tersebut aman dari gulungan tsunami.

2. Setelah terjadi gempa dan mendapat peringatan tsunami, jangan panik. Segera cari jalur menuju ke kawasan tinggi. Idealnya, kawasan tersebut lebih tinggi 30 meter dari permukaan laut atau sejauh 3 kilometer dari laut.

3. Setelah terjadi gempa dan sebelum terjadi tsunami, permukaan laut mendadak surut dan rendah dari biasanya. Jangan berusaha mendekati kawasan perairan karena tsunami bisa saja terjadi beberapa menit setelah pertanda itu terlihat.

Baca Lainnya : Efek Gempa Lombok 7 SR, Ribuan Turis di Gili Trawangan Dievakuasi Bertahap

4. Gulungan tsunami pertama mungkin tak terasa berbahaya karena berukuran kecil. Yang perlu diwaspadai adalah, gulungan kedua dan seterusnya, yang mungkin bakal terjadi selama beberapa jam.

5. Tsunami bukan hanya berbentuk gulungan ombak karena bisa menyebabkan banjir bandang yang mendadak menenggelamkan kawasan.

6. Jauhi benda yang mudah runtuh, bersifat tajam, dan dialiri listrik untuk menghindari berada di dalam air bersama benda-benda berjenis tersebut.

Baca Lainnya : Momen Menegangkan, Perjuangan Ibu Melahirkan Saat Gempa 7 SR

7. Unduh aplikasi peringatan gempa seperti yang dimiliki oleh BMKG (tersedia di Android dan iOs). Jangan mencari informasi dari sumber yang tak resmi untuk menghindari kepanikan.

8. Jika sedang berada di kawasan yang rawan bencana alam seperti tsunami, kemas satu tas berisi barang-barang penunjang keselamatan yang bisa dibawa dengan ringkas. Mulai dari kotak P3K, persediaan makanan dan minuman, selimut hingga beberapa potong pakaian.

Yang terpenting ialah, tetap berhati-hati Trubus Mania! [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bawang Merah dan Daun Bawang Manakah yang Lebih Sehat

Health & Beauty   29 Jan 2021 - 09:39 WIB
Bagikan:          

Dosen IPB University Berbagi Tips Merawat Ikan Hias

Pet & Animal   12 Jan 2021 - 10:50 WIB
Bagikan:          
Bagikan: