Sampah Plastik yang Dihancurkan Bisa Timbulkan Gas Rumah Kaca

TrubusLife
Diah Fauziah
03 Agu 2018   07:00 WIB

Komentar
Sampah Plastik yang Dihancurkan Bisa Timbulkan  Gas Rumah Kaca

Lebih dari delapan miliar ton sampah plastik mengotori Bumi, di mana sebagian besarnya tidak dapat didaur ulang. (The Verge)

Trubus.id -- Sebuah studi dalam jurnal PLOS ONE pada hari Rabu (1/8) menemukan bahwa, plastik yang dihancurkan bisa memancarkan gas rumah kaca yang kuat seperti metana dan etilena. Merupakan sumber polusi yang menjebak panas yang sebelumnya tidak ditemukan.

Botol air plastik, tas belanja, plastik industri dan wadah makanan semuanya diuji sebagai bagian dari penelitian.

"Penghasil emisi paling produktif adalah polietilena, yang digunakan dalam tas belanja. Merupakan polimer sintetis yang paling banyak diproduksi dan dibuang di dunia," kata laporan itu.

Baca Lainnya : Plastik Ramah Lingkungan, Terbuat dari Kerang dan Tanaman Berkayu

Hanya saja, para peneliti belum menghitung berapa persen tingkat gas rumah kaca berbahaya yang dipancarkan oleh plastik di lingkungan.

Lebih dari delapan miliar ton sampah plastik mengotori Bumi, di mana sebagian besarnya tidak dapat didaur ulang.

"Dalam dua dekade mendatang, produksi plastik diperkirakan akan meningkat dua kali lipat. Kita perlu mencari tahu bagaimana mengatasi masalah ini," kata David Karl, penulis utama di penelitian tersebut.

Baca Lainnya : Gerakan Tanpa Sedotan, Tren Baru Mengurangi Sampah Plastik

Menurut David, plastik merupakan sumber gas rumah kaca yang relevan dengan iklim yang diperkirakan akan meningkat karena lebih banyak plastik diproduksi dan terakumulasi di lingkungan.

"Plastik sebagai sumber masalah belum diketahui ketika menilai siklus metana dan etilena global. Dan mungkin, menimbulkan bahaya yang signifikan," ucap David yang merupakan profesor di Universitas Hawaii di Manoa School of Ocean and Earth Science and Technology.

Walau begitu, sampah plastik sudah diketahui melepaskan bahan kimia berbahaya ke dalam air dan tanah. Dan, gas rumah kaca telah naik ke titik tertinggi sepanjang masa, menyebabkan Bumi memana dan mengancam komunitas pesisir di seluruh dunia.

Baca Lainnya : Tidak Sekadar Berbahaya, Sampah Plastik Meracuni Biota Laut

"Mempertimbangkan jumlah sampah plastik di pantai, temuan kami memberikan bukti lebih lanjut bahwa kita perlu menghentikan produksi plastik, terutama plastik sekali pakai," kata penulis utama Sarah Jeanne Royer, seorang peneliti di Pusat Penelitian Internasional Pasifik UH.

So, tunggu apalagi Trubus Mania? Mari kita selamatkan Bumi dengan tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai. [DF]


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: