Menyedihkan, Koloni Penguin Raja Menyusut 90 Persen

TrubusLife
Diah Fauziah | Followers 0
31 Juli 2018   17:30

Komentar
Menyedihkan, Koloni Penguin Raja Menyusut 90 Persen

Penguin raja, spesies penguin terbesar kedua di dunia setelah penguin kaisar. (Pixabay)

Trubus.id -- Dalam tiga dasawarsa, koloni penguin raja atau Aptenodytes patagonicus, mengalami penurunan sebanyak 90 persen.

Terakhir kali, ketika para ilmuwan menjejakkan kaki di Ile aux Cochons, Prancis, pulau itu dihuni oleh dua juta penguin yang tingginya sekitar satu meter. Namun, citra satelit dan foto terbaru yang diambil dari helikopter menunjukkan jika populasi penguin raja mengalami penurunan signifikan. Hanya menyisakan 200 ribu ekor saja, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Antartika Science.

Baca Lainnya : Kabar Baik, 1,5 Juta Penguin Ditemukan di Antartika

Penguin raja merupakan spesies penguin terbesar kedua di dunia setelah penguin kaisar. Hewan ini tidak membuat sarang, melainkan meletakkan satu telur pada suatu waktu dan membawanya di atas kaki yang ditutupi dengan lipatan kulit perut.

Saat menginkubasi telur, penguin raja yang dewasa bergiliran setiap beberapa minggu selama dua bulan. Ketika mencari makanan, hewan ini akan berada di dalam laut selama berhari-hari. Selain itu, penguin raja tidak bermigrasi.

Tidak diketahui secara pasti kenapa populasi penguin raja di Ile aux Cochon mengalami penyusutan yang begitu drastis.

"Ini benar-benar tidak terduga. Sangat signifikan karena koloni ini mewakili hampir sepertiga dari penguin raja di dunia," kata penulis utama, Henri Weimerskirch, ahli ekologi di Pusat Studi Biologi di Chize, Prancis.

Baca Lainnya : Penguin Mati Ini Terperangkap dalam Jaring Ikan, Kok Bisa?

Pada tahun 1997, terjadi El Nino yang menyebabkan cuaca di Samudra Hindia bagian selatan menghangat. Akibatnya, ikan dan cumi-cumi, makanan utama penguin raja, berada di luar jangkauan hewan akuatik jenis burung yang tidak bisa terbang.

"Mengakibatkan penurunan populasi dan keberhasilan pembibitan yang buruk bagi semua koloni penguin raja di kawasan itu," kata Henri.

El Nino adalah peristiwa siklus yang terjadi setiap dua hingga tujuh tahun. Fenomena ini dapat diperkuat oleh pemanasan global, yang dengan sendirinya memberikan efek sama, meskipun dalam skala waktu yang lebih lama.

Dalam studi sebelumnya, Henri dan rekannya menunjukkan bahwa perubahan iklim bisa menyebabkan Iles Crozet, kepulauan yang ada di Ile aux Cochon, Prancis, tidak layak dihuni oleh penguin raja pada pertengahan abad. Migrasi bukanlah pilihan karena tidak ada pulau lain yang cocok untuk hewan ini.

Baca Lainnya : So Sweet, Penguin Ini Rutin Temui Pemiliknya Setahun Sekali

Faktor lain yang kemungkinan berkontribusi terhadap penurunan koloni penguin raja karena populasi berlebihan.

"Semakin besar populasi penguin raja, semakin ketat persaingan antar individu. Dampak dari kurangnya makanan semakin diperkuat, bisa memicu penuruan populasi yang cepat dan drastis," kata sebuah pernyataan dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis yang mendanai riset Henri.

Kolera burung disebut telah memengaruhi populasi penguin raja. Saat ini, penguin raja tidak masuk dalam spesies yang terancam punah. Namun, penelitian terbaru ini mungkin bisa mengubah status tersebut. [DF]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: