Unik, Ada Manajemen Limbah Makanan Berbasis Kecoa di China

TrubusLife
Ayu Setyowati
25 Juli 2018   15:30 WIB

Komentar
Unik, Ada Manajemen Limbah Makanan Berbasis Kecoa di China

Kecoa bisa dimanfaatkan untuk menghabiskan limbah makanan yang tidak bisa didaur ulang. (Dreams Time)

Trubus.id -- Limbah makanan merupakan penyumbang terbesar timbunan sampah di banyak negara, termasuk Indonesia. Sementara, sudah banyak cara untuk mengatasi limbah makanan, salah satunya dengan mengemas ulang sampah makanan yang masih layak konsumsi lalu dibagikan kepada yang membutuhkan.

Namun, inovasi di China ini bisa dicontoh karena memanfaatkan peran ratusan juta kecoa untuk menghabiskan limbah makanan yang tak bisa didaur ulang. Bagaimana, ya?

Adalah sebuah bangunan sederhana di kota Jinan, Provinsi Shandong, China, yang menjadi rumah bagi 300 juta kecoa. Mereka dipelihara bukan tanpa alasan. Kecoa-kecoa ini akan dengan senang melahap 15 ton limbah makanan per hari yang dikumpulkan dari wilayah Zhangqiu.

Baca Lainnya : Teknologi Manajemen Sampah Zero Jadikan Limbah dengan Ekonomi Tinggi

Pemilik fasilitas manajemen limbah makanan ini mengatakan jika setiap hari, makanan sisa dari restoran-restoran dibawa ke tempatnya untuk tujuan baik. Sisa makanan akan dilempar ke ban berjalan (conveyor belt) dengan alat pembuat bubur sampah di bagian ujung. Lalu, sisa makanan dihancurkan hingga berbentuk seperti adonanm dan diumpankan ke ruangan lain berisi ratusan juta kecoa yang siap melahapnya.

Dikutip dari Shanghaiist, selama kecoa-kecoa diberi cukup asupan, mereka akan hidup selama 11 bulan. Dalam masa inilah kecoa juga bertelur. Saat kecoa mati, tubuh mereka bisa dihancurkan dan diolah menjadi bubuk tinggi protein untuk memberi pakan hewan ternak.

Ke depannya, pemilik fasilitas manajemen limbah makanan berencana mengembangkan pasar bubuk protein berbahan kecoa untuk rangkaian produk perawatan kulit dan pengobatan. Kabarnya, bubuk ini bersifat antiinflamasi dan antibakteri.

Baca Lainnya : Amerika Kelimpungan karena China Tak Lagi Impor Sampah Daur Ulangnya

Ia menambahkan, penggunaan kecoa untuk mengatasi limbah makanan adalah solusi ramah lingkungan dibanding pemakaian tempat pembuangan sampah yang menimbulkan polusi tanah dan air.

Solusi tersebut juga berpotensi menguntungkan. Itu karena, setiap 15 ton limbah makanan menghasilkan 1 ton bubuk protein kecoa yang bisa dijual dengan harga 12.000 hingga 15.000 yuan per ton atau sekitar Rp25,6 juta hingga Rp32 juta.

Kini, wilayah Zhanqiu di Jinan sedang membangun fasilitas manajemen sampah berbasis kecoa. Nantinya, fasilitas ini mampu mengolah 200 ton limbah makanan per hari.

Bagaimana menurut Trubus Mania? [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Begini Cara Tepat Hindari Kontaminasi Bakteri Pada Tanaman Tomat

Plant & Nature   19 Okt 2020 - 18:04 WIB
Bagikan:          
Bagikan: