Letusan Gunung Berapi Kilauea di Hawaii Bisa Berlangsung Tahunan

TrubusLife
Diah Fauziah
25 Juli 2018   13:30 WIB

Komentar
Letusan Gunung Berapi Kilauea di Hawaii Bisa Berlangsung Tahunan

Gunung Kilauea di Hawaii. (AFP)

Trubus.id -- Letusan Gunung Berapi Kilauea di Hawaii dapat berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Bisa mengancam masyarakat di Big Island, menurut laporan oleh ahli geologi pemerintah Amerika Serikat.

Risiko utama adalah kemungkinan perubahan arah aliran lava. Bisa menghancurkan lebih banyak daerah pemukiman setelah 712 rumah terbakar dan ribuan penduduk terpaksa mengungsi sejak Gunung Kilauea mulai meletus pada Kamis (3/5), menurut laporan Observatorium Gunung Api Hawaii.

Baca Lainnya : Akibat Pembakaran Metana, Gunung Kilauea di Hawaii Menyemburkan Api Biru

Sebuah volume yang lebih tinggi dari batuan cair mengalir di bawah tanah dari reservoir lava puncak Gunung Kilauea akibat letusan sebelumnya, dengan pasokan ke celah retak. Penelitian yang dipublikasikan minggu lalu mengatakan jika gunung berapi ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti mengeluarkan lava.

"Jika letusan yang sedang berlangsung mempertahankan gaya kegiatan saat ini pada tingkat letusan tinggi, diperlukan waktu berbulan-bulan sampai satu atau dua tahun untuk berakhir," kata laporan yang dirancang untuk membantu pihak berwenang mengetahui potensi risiko Gunung Berapi Kilauea.

Lava meledak dari daerah yang sama, sekitar 40 kilometer di sisi timur Kilauea, seperti yang terjadi pada letusan di tahun 1840, 1955 dan 1960, kata laporan itu. Letusan terpanjang terjadi pada tahun 1955, berlangsung selama 88 hari.

Baca Lainnya : Inilah Bahayanya Abu Vulkanik Gunung Kilauea di Hawaii

Letusan yang terjadi saat ini bisa menjadi yang terpanjang dalam sejarah gunung berapi. Ahli geologi percaya jika letusan sebelumnya telah berhenti karena tekanan lava bawah tanah menurun akibat beberapa celah terbuka di Zona Rift Timur Bawah. Menurut laporan tersebut, saat ini letusan telah bersatu di sekitar celah tunggal. Memungkinkan tekanan lava tetap tinggi.

Sungai lava setinggi 400 meter mengalir ke laut dari puncak gunung, dengan jalur setinggi 16 hingga 22 meter di atas tanah. Dikutip dari Reuters, laporan tersebut hanya mempertimbangkan risiko dari perubahan arah aliran lahar ke masyarakat di jalur utara lantaran penduduk di sana beum dievakuasi. [DF]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kebiasaan Masyarakat Tiongkok Minum Air Panas, Apa Manfaatnya?

Health & Beauty   16 Des 2019 - 14:55 WIB
Bagikan:          

Berenang Secara Rutin Baik untuk Kesehatan Anjing

Pet & Animal   16 Des 2019 - 11:04 WIB
Bagikan:          
Bagikan: