Racun Laba-laba Pertapa Cokelat Bisa Bikin Anggota Tubuh Diamputasi?

TrubusLife
Ayu Setyowati
24 Juli 2018   22:30 WIB

Komentar
Racun Laba-laba Pertapa Cokelat Bisa Bikin Anggota Tubuh Diamputasi?

Laba-laba pertapa cokelat. (Spider ID)

Trubus.id -- Ada sebuah kepercayaan bahwa seseorang yang digigit laba-laba pertapa cokelat dapat membuatnya diamputasi. Benarkah demikian? Salah satu orang yang mempercayai mitos tersebut adalah Kiara Boulton, perempuan asal Memphis, Arkansas, Amerika Serikat, yang belum lama ini kaki kirinya diamputasi di atas lutut.

Ia sangat yakin jika penyebab kakinya diamputasi adalah gigitan laba-laba pertapa cokelat (Loxosceles reclusa). Dalam pemberitaan media lokal beberapa hari lalu, Kiara segera mendatangi rumah sakit di daerahnya saat kaki kirinya bengkak. Kepada dokter yang memeriksanya, ia mengaku telah digigit laba-laba hingga mengalami infeksi parah.

Namun anehnya, Boulton mengaku tidak melihat laba-laba yang disalahkannya itu. Selain itu, dokter di rumah sakit menolak mengonfirmasi penyebab diamputasinya kaki kiri Kiara.

Baca Lainnya : Terbukti, Laba-laba Manfaatkan Medan Listrik untuk Berayun

Terkait kasus ini, National Capital Poison Centre, organisasi pengendalian racun membenarkan bahwa laba-laba pertapa cokelat memang beracun. Namun, banyak yang sering salah mengidentifikasi dan langsung menyalahkan laba-laba pertapa cokelat.

Organisasi itu mengatakan, kerusakan yang dikaitkan dengan laba-laba pertapa cokelat sebenarnya adalah infeksi yang disebabkan sumber lain. Bisa dari bakteri, jamur, virus, digigit serangga lain, atau masalah medis lainnya.

Dilansir Live Science, sebuah penelitian yang dilakukan tahun 2004 menemukan bahwa laporan terkait gigitan laba-laba di Carolina Selatan melebihi jumlah spesies yang tinggal di sana. Ada 738 laporan gigitan laba-laba yang muncul pada tahun itu, padahal hanya ada 44 laba-laba pertapa cokelat yang diidentifikasi.

Studi yang dimuat di Journal of American Board of Family Medicine akhirnya sampai pada kesimpulan, sebagian besar kasus yang menyalahkan laba-laba pertapa cokelat kemungkinan muncul karena hal lain.

Baca Lainnya : Mirip Permen, Telur Laba-laba Ini Ternyata Beracun Loh

Di dunia, ada lebih dari 47.000 spesies laba-laba, dan hampir semuanya beracun. Namun, hanya ada empat keluarga laba-laba dengan gigitan yang membahayakan manusia, salah satunya adalah keluarga laba-laba pertapa cokelat.

Menurut Greta Binford, profesor biologi di Lewis & Clark College di Portland, Oregon, laba-laba pertapa cokelat memiliki racun spesial. Dapat menghancurkan jaringan yang tidak diproduksi oleh kelompok laba-laba lain.

"Reaksi racun untuk setiap individu sangat bervariasi. Ada yang tidak mengalami gejala sama sekali, ada yang mengalami nekrosis lokal atau kematian jaringan. Dalam kasus yang jarang terjadi, racunnya dapat menyebabkan gagal ginjal," kata Greta.

Baca Lainnya : Ini Sebabnya Tak Boleh Membunuh Laba-Laba

Sebuah makalah yang terbit di jurnal Clinician Reviews, edisi Desember 2010, mengungkapkan beberapa orang yang mengalami gigitan laba-laba pertapa cokelat akan merasakan tusukan kemudian berkembang menjadi sensasi terbakar.

Saat laba-laba pertapa cokelat menggigit bagian tubuh tertentu, racunnya akan mengincar pembuluh darah kecil atau kapiler yang ada di sekitar lokasi gigitan. Pada akhirnya, menyebabkan pembengkakan atau lebam keunguan di kulit.

Menurut laporan Ulasan Klinik AS, jika area di sekitar gigitan tetap berwarna merah, sebenarnya itu pertanda baik. Artinya, jaringan kapiler tidak sepenuhnya hancur dan luka bisa sembuh sepenuhnya dalam waktu kurang lebih enam bulan. [DF]


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Sehat dan Lepas Stres dengan Menanam Buah di Pekarangan

Health & Beauty   28 Agu 2020 - 10:08 WIB
Bagikan: