Waspada, Ini 10 Spesies Serangga Paling Berbahaya di Dunia

TrubusLife
Ayu Setyowati
23 Juli 2018   20:30 WIB

Komentar
Waspada, Ini 10 Spesies Serangga Paling Berbahaya di Dunia

<i>Giant japanese hornet</i> alias lebah raksasa jepang adalah spesies lebah terbesar di dunia karena bisa tumbuh hingga 5,08 sentimeter. (Imgur)

Trubus.id -- Trubus Mania, spesies mana yang paling kalian takuti? Hewan liar atau serangga? Well, pasti kebanyakan dari kalian pasti akan menjawab hewan liar. Tapi, apakah kalian tahu kalau kalau ada banyak sengatan serangga yang menyebabkan penyakit mematikan? Tanpa perawatan tepat, beberapa gigitan serangga dapat menyebabkan kematian! Berikut adalah daftar 10 serangga paling berbahaya di dunia.

10. Semut Peluru

Semut terbesar di dunia, banyak ditemukan di hutan hujan di Nikaragua dan Paraguay. Diberi nama semut peluru karena sengatannya yang mematikan, yang konon, seperti ditembak. Bahkan, sengatan semut peluru 30 kali lebih menyakitkan daripada tawon atau lebah madu.

Berukuran sekitar 2,54 sentimeter, penduduk setempat menyebaut semut ini sebagai 24 jam oleh penduduk setempat. Itu karena, satu hari penuh rasa sakit mengikuti setelah seseorang disengat. Setiap koloni semut peluru mengandung ratusan anggota.

Biasanya, semut ini membuat sarang di pangkal pohon besar. Dan, melepaskan bau yang tidak menyenangkan begitu mereka menemukan predator apapun. Jika trik tersebut tidak membuat pemangsa pergi, semut peluru akan menyerang dengan sengatan yang kuat.

9. Lalat Bot

Foto: Wikipedia.

Larva lalat bot adalah parasit internal mamalia. Sayangnya, larva berbahaya ini hidup di bawah kulit manusia, menyebabkan efek yang mengerikan. Biasanya, lalat jenis ini ditemukan di Amerika Tengah dan Selatan. Myiasis dikenal sebagai infestasi parasit yang membuat perubahan parah pada jaringan kulit.

Lalat bot betina muda bertelur di dalam kulit mamalia. Larva menembus kulit dan hidup di zona subdermal kulit manusia selama lebih dari 60 hari. Biasanya, pasien bisa merasakan gerakan larva di bawah kulit mereka. Setelah perkembangan larva menjadi lengkap, ia keluar dari tubuh.

8. Kutu

Parasit eksternal yang mengisap darah dari manusia, burung, reptil dan hewan liar. Kutu bisa menyebabkan bintik-bintik gatal pada kulit inang. Walaupun memiliki ukuran yang sangat kecil, kutu bisa bereproduksi dengan sangat cepat. Setiap kutu betina menghasilkan 2.000 telur dalam rentang hidup mereka.

Ada 2.000 spesies kutu yang dikenal di dunia. Kutu muda dapat mengonsumsi volume darah lebih dari 15 kali berat badan mereka. Gigitan kutu pada tubuh manusia menghasilkan benjolan merah. Serangga ini biasa ditemukan di sekitar pinggang, lutut, dan siku. Gigitan kutu sangat gatal, dan juga dapat menyebabkan infeksi.

Baca Lainnya : Hadiah US$1 untuk Serangga Penghisap Darah yang Ditangkap Warga

7. Semut Api

Ada 285 spesies semut api yang berbeda di dunia. Setelah terganggu, mereka akan menyengat berulang kali. Sebuah bisul putih yang disebabkan oleh sengatan semut api bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Racun serangga ini dapat menyebabkan beberapa masalah kulit. Biasanya, semut api menyerang dalam kelompok yang berisi sepuluh hingga ratusan semut. Racun semut api juga menghasilkan reaksi alergi.

6. Kissing Bug

Kissing bug alias triatoma tumbuh dengan menghisap darah vertebrata. Serangga ini diberi nama sesuai kebiasaannya yang suka menggigit bibir manusia saat mereka tidur. Triatoma memiliki parasit yang disebut sebagai Trypanosoma cruzi, di mana penyakit changas membunuh 12.000 orang setiap tahun.

Penyakit changa menyebar ke hewan dan hewan peliharaan dengan cara yang sama. Gigitan kissing bug menghasilkan perubahan instan dalam tubuh korban seperti bekas luka dan ruam.

5. Lebah Raksasa Jepang

Giant japanese hornet alias lebah raksasa jepang adalah spesies lebah terbesar di dunia karena bisa tumbuh hingga 5,08 sentimeter. Setiap tahun, tercatat 40 kematian disebabkan oleh sengat lebah jepang. Racun lebah ini akan menyebabkan reaksi alergi dan melarutkan jaringan dalam waktu singkat. Rasa sakit yang berulang dari sengatan kelompok lebah ini juga bisa menyebabkan kematian.

Lebah jepang sangat agresif dan tidak takut. Setiap koloninya berisi hingga 700 anggota. Serangga ini makan larva lebah madu hingga jumlah yang signifikan. Memiliki kemampuan untuk menyelesaikan hingga 40 larva lebah madu dalam satu menit.

4. Lalat Tsetse

Foto: BBC.

Lalat tseTse adalah serangga penggigit mematikan asli Afrika yang selalu memakan darah vertebrata. Serangga berbahaya ini menyuntikkan racun kuat pada setiap gigitannya. Diperkirakan, setengah juta orang kehilangan nyawa karena serangan lalat tsetse di Afrika. Pada tahap utama, racun lalat tsetse akan membuat penyakit tidur pada korban, yang akhirnya bisa menyebabkan kematian tanpa perawatan yang tepat.

3. Lebah pembunuh

Dikenal sebagai lebah madu Afrika. Merupakan alah satu serangga yang sangat agresif dan dominan di dunia. Kelompok lebah pembunuh mengikuti korban sejauh 1,6 kilometer sebelum menyerbu bersama kelompoknya dengan serangan berulang.

Biasanya, lebah ini menargetkan wajah dan mata manusia. Walaupun racunnya tidak begitu berbahaya, serangan oleh sekelompok lebah pembunuh bisa menyebabkan kematian. Serangga ini hidup dalam koloni besar yang berisi lebih dari 80 ribu anggota. Setelah terganggu, lebah menjadi siaga selama 24 jam ke depan dan akan menyerang hewan atau manusia yang berada dalam jangkauannya.

Baca Lainnya : Ngeri, Populasi Serangga Terbang Turun Hingga 75 Persen

2. Semut Pengemudi  

Memiliki koloni terbesar dibandingkan serangga lainnya di dunia. Setiap koloni semut pengemudi memiliki anggota hingga 22 juta. Bahkan, gajah akan lari dari serangan kelompok semut ini. Ya, serangga ini akan mencoba untuk menghabisi binatang yang menemukan jalannya.

Biasanya, semut ini membunuh ribuan hewan berbeda dalam satu serangan. Membuat luka berulang pada hewan dan manusia dengan menggunakan mandibula yang kuat. Semut pengemudi juga menyerang sarang serangga lain untuk dimakan.

1. Nyamuk

Spesies serangga paling berbahaya di Bumi. Serangga ini bisa menyebabkan 1 juta kematian setiap tahun dengan menularkan penyakit malaria. Nyamuk membawa kuman malaria dari satu tempat ke tempat lain. Menyebarkan kuman ke dalam darah korban dengan menggigit kulit manusia.

WHO memperkirakan, setiap 30 detik, seorang anak meninggal karena malaria. Setiap tahun, sebanyak 500 juta kasus malaria dilaporkan. Malaria adalah penyakit penularan darah. Ditularkan melalui parasit, terutama oleh gigitan nyamuk. Selain nyamuk malaria, nyamuk bisa menyebarkan demam berdarah, demam kuning, ensefalitis dan virus West Nile. [DF]
 
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kebiasaan Masyarakat Tiongkok Minum Air Panas, Apa Manfaatnya?

Health & Beauty   16 Des 2019 - 14:55 WIB
Bagikan:          

Berenang Secara Rutin Baik untuk Kesehatan Anjing

Pet & Animal   16 Des 2019 - 11:04 WIB
Bagikan:          
Bagikan: