Di Thailand, Gajah Membantu Menyebarkan Bibit Buah

TrubusLife
Diah Fauziah
23 Juli 2018   13:00 WIB

Komentar
Di Thailand, Gajah Membantu Menyebarkan Bibit Buah

Seperti yang diharapkan, gajah Asia adalah penyebar utam bijiĀ <i>P. macrocarpa</i> (K. Saralamba)

Trubus.id -- Pohon buah-buahan besar di hutan cemara Thailand membutuhkan herbivora besar untuk membantu menyebarkan benih mereka, menurut sebuah studi baru.

Berdasarkan diet dan kebiasaan mamalia, para ilmuwan menemukan bahwa gajah adalah sekutu terbaik untuk pohon Annonaceae menyebarkan bijinya.

Di lingkungan Taman Nasional Khao Yai yang beragam, ada hubungan yang rumit antara tumbuhan dan hewan. Tidak setiap spesies pohon berbuah adalah makanan yang menarik bagi semua herbivora. Tim peneliti yang dipimpin oleh Kim McConkey dari Universitas Nottingham, mempelajari pohon Platymitra macrocarpa.

Baca Lainnya : Tidak Hanya di Indonesia, Konflik Gajah dan Manusia Juga Terjadi di Thailand

P. macrocarpa menghasilkan buah berukuran 7,6 hingga 12,7 sentimeter pada Mei hingga Agustus. Kim melacak seberapa sering hewan (gajah, kera, owa, beruang, dan rusa sambar) mengunjungi pohon P. macrocarpa dan memakan buahnya. Peneliti mengukur buah-buahan yang dimakan hewan tersebut dan juga penyebaran biji serta viabilitas benih berikutnya.

Peneliti menemukan benih di kotoran beberapa spesies, sementara rusa sambar memuntahkan biji besar. Ketika ditanya tentang pelacakan kotoran hewan, Kim mengakui, "Saya punya dua anak laki-laki sehingga mereka menyukai apa yang saya lakukan."

Seperti yang diharapkan, gajah Asia adalah penyebar utam biji P. macrocarpa. Gajah tidak sering terlihat di area pepohonan yang dipelajari Kim, tapi dia memberita tahu VOA, "Saya pikir, jika melihat mereka memakan sesuatu, bisa dipastikan buah ini."

Baca Lainnya : Ilmuwan Buktikan Gajah Berkomunikasi dengan Hentakan Kaki

Firasat Kim ditanggung dalam data, di mana gajah hanya mengonsumsi 3 persen dari buah, namun menghasilkan 37 persen dari bibit yang layak. Penemuan ini menunjukkan peran penting gajah dalam ekosistem.

Jedediah Brodie, ketua pelestarian dalam Program Biologi Satwa Liar di Universitas Montana, mengatakan kepada VOA bahwa, "Perburuan liar sering membuat hewan besar setempat punah, tapi meninggalkan spesies yang lebih kecil seperti hewan pengerat. Penelitian ini menunjukkan bahwa hewan berukuran kecil tidak mampu menggantikan peran ekologi dari spesies yang lebih besar."

Ketika melihat kinerja spesies lain, para peneliti terkejut dengan betapa efektifnya rusa sambar dalam menyebarkan biji.

Baca Lainnya : Secercah Cahaya Baru Bagi Populasi Gajah Ada di Tahun 2018, Apa Itu?

"Rusa sambar umumnya memiliki reputasi yang buruk di hutan. Tidak sedikit orang mengira jika mereka adalah pemangsa biji, padahal yang sebenarnya adalah menyebarkan benih," kata Kim.

Sementara itu, rusa sambar tidak cukup efektif sebagai penyebar biji, hanya mampu menghasilkan 17 persen. Kumbang bruchid menjadi tantangan utama untuk menghasilkan bibit yang layak. Walaupun menyukai semua jenis biji dan kacang, kumbang merusak sebagian besar benih yang dibiarkan terbuka di lantai hutan.

Tidak seperti benih rusa sambar yang dimuntahkan, benih-benih itu melewati sistem pencernaan gajah dan ditutupi oleh kotoran. Akibatnya, benih tersebut terlindungi dari kumbang, dilengkapi dengan pupuk alami yang efektif serta mampu bertahan hidup dan tumbuh menjadi bibit.

Baca Lainnya : Menyedihkan, Populasi Gajah Turun 50 Persen karena Masalah Ekonomi

Sangat mudah untuk memikirkan hewan yang beradaptasi dengan lingkungan melalui evolusi dan perubahan perilaku. Namun, kita jarang mempertimbangkan hubungan yang sama dalam arah berlawanan. Platymitra macrocarpa yang masif mungkin telah berevolusi untuk menyediakan buah yang menarik bagi lebih dari satu frugivora.

Seperti yang dikatakan Kim, "Kulit buah itu telah menjadi sangat tebal, dan itu adalah lapisan luar yang dimakan rusa sambar. Tapi, jika Anda membuka buahnya, setiap biji ditutupi oleh kotoran hewan seperti monyet dan owa. Mungkin, ini menjadi kasus di mana pohon berevolusi untuk menarik beberapa spesies hewan meningkatkan peluang penyebaran benih yang layak."

Meskipun berbagai hewan memakan biji tumbuhan, gajah merupakan kesempatan terbaik untuk menghasilkan bibit buah yang layak. Ketika ditanya apa yang mungkin terjadi jika gajah menghilang dari wilayah itu, Jedediah menjawab, "Itu pertanyaan satu juta dolar." [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Sehat dan Lepas Stres dengan Menanam Buah di Pekarangan

Health & Beauty   28 Agu 2020 - 10:08 WIB
Bagikan: