Langka, Bayi Orangutan Tapanuli Kembar Ditemukan di Hutan Batang Toru

TrubusLife
Diah Fauziah
13 Juli 2018   11:00 WIB

Komentar
Langka, Bayi Orangutan Tapanuli Kembar Ditemukan di Hutan Batang Toru

Orangutan betina dengan bayi kembarnya yang ditemukan di Hutan Batang Toru, Tapanuli, Sumatra Utara. (Dok. SOCP)

Trubus.id -- Pihak Sumatera Orangutan Conservation Programme (SOCP) menemukan bayi orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) kembar di Hutan Batang Toru, Tapanuli, Sumatra Utara.

Bayi orangutan kembar itu ditemukan oleh dua orang staf SOCP di pos pemantauan Hutan Batang Toru di Tapanuli pada Minggu (20/5) lalu. Saat itu, Andayani Oerta dan Ulil Amri Silitonga sedang melakukan pencarian rutin orangutan dan satwa liar lainnya. Lokasi penemuan hanya berjarak satu kilometer di sebelah barat laut pos pemantauan. Saat itu, mereka menemukan seekor orangutan tapanuli betina dengan bayi kembar.

"Ketika sedang melakukan misi pencarian rutin, tiba-tiba kami melihat induk orangutan tapanuli dengan dua bayi yang tampak sangat mirip. Satunya cukup berani dan satunya sangat pemalu, selalu ingin dekat dengan induknya," kata Andayani, Kamis (12/7).

Baca Lainnya : Mengharukan, Begini Kondisi Orangutan Saat Mencoba Melawan Ekskavator yang Menghancurkan Rumahnya

Dijelaskannya, keberadaan induk orangutan tapanuli dan bayi kembar tersebut dilihat pada pukul 14.30 hingga 15.40 WIB sekitar 15 meter di atas pohon. Kemudian, hewan langka yang dilindungi tersebut pergi dari satu pohon ke pohon lainnya.

"Sangat menarik melihat bagaimana induk orangutan tapanuli itu melahirkan anak kembar. Ini pekerjaan luar biasa," jelasnya.

Kepala Unit Pemantauan Keanekaragaman Hayati SOCP, Matius Nowak, merasa takjub saat mendengar berita tersebut. Itulah kenapa, ia langsung memeriksa catatan kelahiran kembar pada orangutan dan kera besar lainnya.

"Saya hanya menemukan satu catatan sebelumnya dari kelahiran kembar orangutan kalimantan liar. Tidak ada orangutan sumatra, apalagi orangutan tapanuli," ungkapnya.

Baca Lainnya : Kala Bayi Orangutan Harus Sekolah

Direktur SOCP, Ian Singleton juga merasa takjub dengan berita tersebut. Sudah bertahun-tahun lamanya ia mempelajari orangutan di alam liar, tapi tidak pernah melihat induk dengan anak kembar. Baginya, ini merupakan kejadian luar biasa.

"Kita perlu mengingat bahwa orangutan adalah kera besar yang paling langka dan terancam di dunia. Ini baru dijelaskan pada bulan November tahun lalu," tuturnya.

Dengan kelahiran bayi orangutan kembar ini diharapkan dapat menjadi dorongan untuk menjaga kelestarian hutan sebagai habitatnya. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kebiasaan Masyarakat Tiongkok Minum Air Panas, Apa Manfaatnya?

Health & Beauty   16 Des 2019 - 14:55 WIB
Bagikan:          

Berenang Secara Rutin Baik untuk Kesehatan Anjing

Pet & Animal   16 Des 2019 - 11:04 WIB
Bagikan:          
Bagikan: