Fosil Dinosaurus Raksasa Pertama Ada di Argentina

TrubusLife
Diah Fauziah
11 Juli 2018   10:30 WIB

Komentar
Fosil Dinosaurus Raksasa Pertama Ada di Argentina

Ilustrasi dinosaurus Ingentia prima. (Jorge A. Gonzales/ Handout)

Trubus.id -- Para ilmuwan telah menemukan fosil dinosaurus raksasa pertama di Argentina. Uniknya, fosil tersebut berasal dari hewan pemakan tanaman berkaki empat dengan leher dan ekor panjang yang merupakan cikal bakal hewan darat terbesar sepanjang masa.

Menurut peneliti, dinosaurus itu bernama Ingentia prima yang artinya raksasa pertama. Memiliki tinggi sekitar 10 meter dengan berat 10 ton, hidup sekitar 210 juta tahun lalu selama Periode Trias.

Ingentia merupakan kelompok pertama dinosaurus Sauropoda, yang kemudian termasuk makhluk darat terbesar Bumi yakni Patagonian raksasa Argentinosaurus, Dreadnoughtus dan Patagotitan.

Baca Lainnya : Heboh, Ada Jejak Kaki Dinosaurus di Pulau Skye, Skotlandia

"Kami menemukan Ingentia pertama, dinosaurus raksasa pertama di Bumi. Lebih dari 100 juta kemudian, baru muncul Sauropoda yang kemungkinan hidup di Patagonia," kata ahli paleontologi, Cecilia Apaldetti dari Universidad Nacional de San Juan di Argentina.

Cecilia, penulis utama studi yang diterbitkan pada hari Senin di jurnal Nature Ecology & Evolution mengatakan jika kaki Ingentia tidak seperti pilar. Lehernya juga lebih pendek dari Sauropoda, dinosaurus yang memiliki leher terpanjang dari segala jenis binatang dengan leher panjang.

Baca Lainnya : Temuan Mansourasaurus di Mesir Ungkap Dinosaurus Afrika Migrasi ke Eropa

Dinosaurus pertama kali muncul pada Periode Triassic, sekitar 230 juta tahun lalu. Dinosaurus pertama yang muncul berukuran sedang, kalah jauh jika dibandingkan dinosaurus raksasa pada periode Jurrasic dan Cretaceous. Sebelumnya, para ilmuwan percaya jika dinosaurus raksasa pertama muncul sekitar 180 juta tahun lalu.

Cecilia mengatakan jika Ingentia bukan sekadar dinosaurus terbesar, tapi juga hewan darat terbesar pada zaman itu. Setidaknya, dua kali lebih besar dari hewan pemakan tanaman yang tinggal di darat. Predator terbesar di sana bukanlah dinosaurus, tapi kerabat buaya besar yang hidup di darat.

Baca Lainnya : Dilelang, Fosil Ekor Dinosaurus Rp 1,2 miliar

"Gigantisme adalah strategi bertahan hidup evolusioner, terutama untuk hewan herbivora, karena ukuran adalah bentuk pertahanan terhadap pemangsa," kata Cecilia.

Para ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat penting terkait gigantisme di Ingentia. Yakni, memiliki sistem pernapasan mirip burung, terkait dengan pengembangan kantung udara di dalam tubuh yang memberinya cadangan besar udara beroksigen dan membuatnya tetap dingin meskipun ukurannya besar.

Sementara itu, dinosaurus raksasa tumbuh dengan cara yang dipercepat namun terus menerus. Pemeriksaan tulangnya menunjukkan bahwa Ingentia tumbuh secara musiman daripada terus menerus, tetapi pada tingkat yang lebih tinggi. Ingentia, yang diketahui dari dua kerangka parsial, ditemukan di Provinsi San Juan, Argentina. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: