7 Fakta Mencengangkan di Balik Keganasan Buaya 

TrubusLife
Isna Setyanova | Followers 0
18 Sep 2017   12:00

Komentar
7 Fakta Mencengangkan di Balik Keganasan Buaya 

Ilustrasi Buaya (Pixabay/ Felix_Broennimann)

Buaya (Crocodilus porosus) menjadi salah satu binatang yang ditakuti. Betapa tidak, sifat liar buaya menjadi penunjang karakter predatornya yang menyukai memangsa dibandingkan dengan menyantap makanan dalam kondisi yang tidak bernyawa. 

Di Indonesia, dikenal dua jenis buaya yang terbagi berdasarkan habitat hidupnya. Buaya air tawar dan buaya muara. Di sejumlah daerah yang dialiri sungai besar, seperti Kalimantan dan Sumatera, buaya seringkali muncul. Bahkan tidak jarang, reptilia memangsa warga yang sedang beraktivitas di pinggiran sungai.

Dari banyak kejadian, ada 7 fakta yang mencengangkan di balik sifat ganas buaya.

1. Buaya juga makan buah
Selama ini banyak orang tahu jika buaya hanya memangsa daging saja. Namun, peneliti pernah menemukan sisa-sisa apel dalam perut buaya Amerika (Alligator missisipinensis). Buaya siam juga pernah terlihat oleh peneliti sedang lahap menyantap semangka.

Foto: Kamuflase buaya dengan berdiam diri di dalam air (Pixabay.com/Eelffica)

2. Mahir berkamuflase
Kamuflase bukan hanya milik bunglon saja. Buaya pun punya keahlian berkamuflase. Namun, cara buaya berbeda. Buaya cenderung diam di dalam air untuk mengintai mangsanya sampai berjam-jam sehingga calon mangsa tidak menyadari adanya bahaya.

3. Mampu bertahan tanpa denyut jantung
Buaya ternyata mampu bertahan di dalam air selama satu jam. Ini diakibatkan refleks selam yang dimiliki oleh buaya yang mampu membuat jantung nyaris berhenti saat berada di bawah permukaan air. Dalam kondisi ini, buaya akan memperlambat metabolismenya dengan menyimpan lemak pada bagian ekor. 

4. Ukuran mencapai 7 meter dan bobot 1 ton
Buaya memiliki 23 spesies dengan ukuran yang beragam. Buaya terkecil yang pernah ditemukan berukuran sekitar 2 meter dari jenis buaya kerdil. Sebaliknya, ukuran terbesar yang pernah ditemukan berukuran sekitar 7 meter adalah jenis buaya air asin. Buaya tersebut memiliki bobot sekitar 1 ton. 

5. Kekuatan gigitan buaya
Rahang buaya menampung taring-taring buaya yang sangat tajam. Bayangkan, rahang dan taring buaya mampu membuat gigitan sebesar 315 kg/cm2

6. Umur lebih dari seabad 
Umur buaya dapat diprediksi dengan metode menghitung lingkaran tumbuh pada gigi dan tulang. Meski rata-rata buaya dapat bertahan hidup selama 70 tahun, tetapi di Rusia pernah ditemukan buaya yang mati pada usia 115 tahun. Selain itu, pernah ada buaya air tawar yang dipelihara di Australia.

7. Jenis kelamin ditentukan oleh suhu
Pada fase embrio, buaya belum memiliki kromosom seksual sehingga jenis kelaminnya belum terbentuk. Jenis kelamin ditentukan oleh suhu sarang tempat sang induk meletakkan telur. Beberapa penelitian menunjukkan, buaya akan menjadi jantan jika suhu sarang sekitar 31oC. Jika di bawah atau di atas kisaran suhu tersebut maka akan menghasilkan buaya kelamin betina [SN].

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: