Pulau Jemur, Lokasi Favorit Penyu Hijau Berkembang Biak

TrubusLife
Diah Fauziah
09 Juli 2018   20:00 WIB

Komentar
Pulau Jemur, Lokasi Favorit Penyu Hijau Berkembang Biak

Nelayan di Riau menyelamatkan penyu yang tersangkut jaring dan melepaskannya kembali ke laut. (Kontributor Trubus.id/ M. Syukur)

Trubus.id -- Penyu hijau merupakan hewan yang dilindungi negara karena keberadaannya terancam punah oleh perburuan liar. Tidak hanya itu, telurnya juga menjadi incaran karena harga serta kandungan proteinnya yang sangat tinggi.

Pulau Jemur, salah satu pulau di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau ini menjadi salah satu tujuan hewan yang bisa berusia ratusan tahun ini untuk berkembang biak. Tak ayal, pulau ini dijaga ketat, baik oleh pemerintah setempat ataupun TNI AL yang bertugas di sana.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hilir, Drs Surya Affan, kedatangan penyu hijau untuk berkembang biak di Pulau Jemur menjadi salah satu ikon pulau tersebut. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk menjaga pulau itu agar tetap steril dari pemburu liar.

Baca Lainnya : Habitat Penyu Semakin Terancam, Apa Penyebabnya?

"Penyu hijau merupakan hewan langka yang menjadi ikon di gugusan Pulau Jemur, zamrudnya Rokan Hilir di Selat Malaka. Keberadaannya tetap harus dijaga dan dilestarikan karena juga dilindungi negara," tegas Surya kepada wartawan, Senin (9/7).

Keberadaan TNI AL yang menjaga pulau terluar di Selat Melaka itu sangat membantu. Prajurit juga ikut merawat, menangkar dan melepasliarkan anakan dari penyu tersebut.

"Penyu hijau dalam bentuk tukik (anak yang masih kecil-kecil) lalu dilepaskan ke alam bebas. Kemarin, ada 1.200 ekor tukik sudah dilepaskan," terang Surya.

Baca Lainnya : Kejadian Langka Penyu Belimbing Bertelur di Air Hitam Bengkulu

Cara penangkaran atau melepas tukik ke laut lepas sudah rutin dilakukan TNI AL sejak lama. Menurutnya, sudah sejak lama Pulau Jemur dan gugugsan pulau-pulau kecil di sekitar pulau yang disebut juga Gugusan Pulau Arwah tersebut menjadi tempat bertelurnya beberapa jenis penyu, termasuk jenis penyu hijau.

"Pulau itu indah dan ikon pariwisata bahari Rohil  untuk wisata memancing. Alamnya sangat indah, kaya dengan hasil laut," katanya.

Penyu hijau, binatang yang dilindungi (Foto: Kontributor Trubus.id/ M.Syukur).

Tak hanya pemerintah dan tentara, nelayan di sana juga peduli dengan keberadaan penyu. Jika tiba waktunya musim bertelur, warga akan berjaga supaya perkembangbiakan penyu tidak terusik para pemburu telur.

Sukron, seorang nelayan di sana menjelaskan jika biasanya, penyu akan mendatangi Pulau Jemur pada malam hari.

Baca Lainnya : Antara Kura-Kura, Penyu dan Bulus, Apa Bedanya

"Penyu itu akan mendarat dan membuat lobang. Lalu bertelur di pantai kemudian ditinggalkannya," katanya.

Pria berusia 45 tahun ini mengaku jika warga di Pulau Jemur sadar hukum sehingga tidak mengganggu penyu hijau.

"Warga sadar telur penyu kaya protein dan kalori serta jadi buruan. Selain itu, warga juga sadar ada hukuman tegas jika mengganggu habitatnya," terang Sukron.

Well, kesadaran masyarakat di Pulau Jemur patut ditiru loh. Agar populasi hewan yang dilindungi tidak pundah. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kebiasaan Masyarakat Tiongkok Minum Air Panas, Apa Manfaatnya?

Health & Beauty   16 Des 2019 - 14:55 WIB
Bagikan:          

Berenang Secara Rutin Baik untuk Kesehatan Anjing

Pet & Animal   16 Des 2019 - 11:04 WIB
Bagikan:          
Bagikan: