Mikroplastik Menghancurkan Biota Laut

TrubusLife
Diah Fauziah
05 Juli 2018   12:00 WIB

Komentar
Mikroplastik Menghancurkan Biota Laut

Mikroplastik yang sebagian besar berasal dari Pasifik, ditemukan terperangkap dalam lautan es yang mengambang Arktik, menunjukkan bahwa mikroplastik ada di permukaan air laut dunia. (Marine Megafauna Foundation/ Elitza Germanov)

Trubus.id -- Di Samudra Pasifik, antara California dan Hawaii, 80.000 ton plastik membentuk Great Pacific Garbage Patch, hamparan samudra tiga kali ukuran Prancis yang mengandung konsentrasi tertinggi plastik yang pernah tercatat, 16 kali lebih banyak dari yang diperkirakan sebelumnya.

Dari wilayah ini dan tempat lain, sini, mikroplastik (plastik berukuran kecil di bawah 5 milimeter) bersebaran di laut hingga kemudian ditelan ikan. Akibatnya, saluran pencernaan ikan tersumbat, menghambat pertumbuhan dan juga membunuh mereka, sekaligus menghilangkan rantai makanan.

Baca Lainnya : Hydrodinamik, Deteksi Mikroplastik Terhadap Kehancuran Laut

Hingga saat ini, rekam jejak mikroplastik yang sebagian besar berasal dari Pasifik, ditemukan terperangkap dalam lautan es yang mengambang Arktik, menunjukkan bahwa mikroplastik ada di permukaan air laut dunia.

Perubahan iklim melelehkan es kutub dengan cepat, di mana mikroplastik dibuang kembali ke lautan. Cat, nilon, poliester, dan selulosa asetat, digunakan untuk membuat filter rokok, termasuk di antara 17 jenis plastik yang telah ditemukan oleh para peneliti, yang sebagian besar diperkirakan berasal dari pelayaran industri dan perikanan.

Baca Lainnya : Miris, Satwa Laut Ini Makan Sampah Plastik, Salah Siapa?

Para ilmuwan menyerukan penelitian lebih lanjut efek plastik terhadap mamalia laut, seperti paus dan hiu. Ada kekhawatiran serius bahwa jutaan mikroplastik yang ada di lautan, dimakan oleh mamalia laut. Tidak hanya mengancam ukuran populasi mamalia laut, mikroplastik juga bisa merusak ekosistem.

Dikutip dari Wired, mikroplastik sangat merugikan makhluk hidup yang ada di lautan. Mikroplastik dianggap mengikat bahan kimia beracun seperti phthalates yang menyebabkan berbagai risiko kesehatan bagi semua yang mengonsumsinya, termasuk manusia. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Perubahan Iklim Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Anak Seluruh Dunia

Health & Beauty   19 Nov 2019 - 07:12 WIB
Bagikan:          
Bagikan: