Atasi Kekeringan, Pemerintah Cape Town Berencana Pindahkan Gunung Es di Antartika

TrubusLife
Diah Fauziah | Followers 0
03 Juli 2018   20:00

Komentar
Atasi Kekeringan, Pemerintah Cape Town Berencana Pindahkan Gunung Es di Antartika

Air yang dikumpulkan dari lelehan es bisamenghasilkan 150 juta liter air yang dapat digunakan setiap hari selama setahun. (Extreme Marine)

Trubus.id -- Ini adalah rencana yang sama gilanya dengan situasi yang putus asa, menarik gunung es dari Antartika ke Cape Town untuk menyuplai air bersih ke kota yang saat ini berada dalam ancaman kekeringan.

Awal tahun 2018, Cape Town memiliki rencana untuk mematikan semua keran dan memaksa warga untuk antri untuk mendapatkan jatah air di depan umum. Pemutusan itu dapat dihindarkan karena warga bergegas mengurangi penggunaan air dan juga menampung air hujan. Namun, ancaman itu diperkirakan akan melanda kota tersebut pada tahun depan dan seterusnya.

"Gagasan itu terdengar gila. Tapi, jika melihat detail yang bagus, itu tidak terlalu gila," kata Nick Sloane, pria yang memiliki ide untuk menarik gunung es dari Antartika ke Cape Town.

Baca Lainnya : Cape Town, Kota Hijau yang Krisis Air Bersih

Nick menyarankan untuk membungkus gunung es di rok isolasi tekstil agar tidak meleleh dan menggunakan supertanker dan kapal tunda untuk menyeretnya 2.000 kilometer menuju Cape Town, menggunakan arus laut yang berlaku.

Gunung es yang dipilih dengan teliti oleh pemindaian drone dan radiografi, akan memiliki panjang sekitar satu kilometer, kedalaman 500 hingga 250 meter, dengan permukaan meja datar.

Dikutip dari Asia One, air yang dikumpulkan dari lelehan es setiap hari akan menggunakan saluran pengumpulan dan mesin penggilingan untuk membuat bubur es. Nantinya bisa menghasilkan 150 juta liter air yang dapat digunakan setiap hari selama setahun.

Baca Lainnya : Cape Town Krisis Air, Pemerintah Umumkan Day Zero

Ide Nick mungkin dianggap sebagai fantasi belaka. Namun, pria berusia 56 tahun ini memiliki reputasi untuk menghadapi hal yang mustahil setelah ia membalikkan kembali kapal pesiar Costa Concordia raksasa yang terbalik pada tahun 2012 di lepas pantai pulau Tuscan, Giglio. Kejadian tersebut menewaskan 32 orang, merupakan salah satu operasi penyelamatan maritim terbesar dan paling rumit di dunia.

"Gunung es terbuat dari air tawar paling murni di bumi. Alam telah menggoda umat manusia dengan ini untuk waktu yang lama," kata pendiri Sloane Marine Ltd ini.

Untuk mengangkut gunung es dalam perjalanan yang bisa memakan waktu hingga tiga bulan, diperkirakan akan menghabiskan biaya sekitar US$100 juta. Dan US$50 hingga 60 juta untuk mengumpulkan air selama setahun dari gunung es yang meleleh.

Baca Lainnya : Kekeringan, 31.607 Kepala Keluarga di Gunungkidul Kekurangan Air Bersih

"Di Rusia, mereka telah mendorong (gunung es) jauh dari instalasi minyak. Namun, dalam skala yang lebih kecil, sekitar setengah juta ton. Saat ini kita berbicara tentang 100 juta ton," kata Nick.

Untuk mengatasi kekeringan, Cape Town telah memberlakukan beberapa langkah, mulai dari membangun pabrik desalinasi air laut hingga mengeluarkan instruksi ketat terkait air yang digunakan untuk menyiram. Hanya saja, tidak diketahui apakah Pemerintah Cape Town akan menerima tawaran ini atau tidak.

"Pada tahap ini tampak bagi kita bahwa sebenarnya pilihan air tanah atau desalinasi lebih murah atau setidaknya memiliki biaya yang sama," kata wakil walikota Cape Town, Ian Neilson.

Baca Lainnya : Tanggulangi Kekeringan di NTT, Segini Dana yang Harus Disiapkan Pemerintah

Ketika menjelaskan proyek ini ke Pemerintah Cape Town, ada beberapa pertanyaan yang muncul, yakni bagaimana air dari gunung es akan disalurkan ke sistem distribusi kota. Selain itu, tidak ada jaminan bahwa pada saat gunung es dipindahkan ke Cape Town, gunung ini masih dapat menghasilkan volume air yang dijanjikan.

Rencana Nick ialah menderek gunung es raksasa sekitar 150 kilometer lebih ke utara Teluk St. Helena di Afrika Selatan, di mana Arus Benguela yang dingin menyimpan air pada sekitar nol derajat Celcius.

"Ketika gunung es meleleh, air akan dikumpulkan setiap hari, dipompa ke tanker dan dibawa ke Cape Town. Ini tidak akan menyelesaikan krisis air di Cape Town, tapi setidaknya 20 hingga 30 persen kebutuhan tahunan warga akan terpenuhi," jelas Nick. [DF]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: