Baidianr, Kucing Peramal di Piala Dunia yang Mati Sebelum Event Berakhir

TrubusLife
Diah Fauziah
03 Juli 2018   19:30 WIB

Komentar
Baidianr, Kucing Peramal di Piala Dunia yang Mati Sebelum <i>Event</i> Berakhir

Baidianr, kucing peramal di Piala Dunia 2018. (Weibo/ Beijing Palace Museum)

Trubus.id -- Seekor kucing liar yang tinggal di Beijing's Palace Museum, China, mati pada Senin (2/7) kemarin setelah sebelumnya menjadi sensasi online karena membuat enam prediksi yang berhasil untuk Piala Dunia 2018.

Kucing bernama Baidianr ini dengan cepat memenangkan hati puluhan ribu netizen setelah melakukan tebakan pertama untuk pertandingan pembukaan Piala Dunia pada Kamis (14/6) lalu. Secara harfiah, Baidianr berarti bintik putih.

Sebelum pertandingan sepakbola dimulai, anggota staf di museum akan meletakkan dua mangkuk makanan kucing di depan Baidianr. Masing-masing dengan bendera nasional dari negara yang bertanding, untuk melihat mangkuk mana yang Baidianr inginkan. Nah, mangkuk yang dipilih adalah pemenang yang diprediksi kucing.

Baca Lainnya : Viral, Kisah Unik Persahabatan Kucing dan Hamster

Baidianr membuat tebakan pertama yang sukses dengan memilih Rusia di pertandingan pembukaan. Makanan yang ada mangkuk dengan bendera Rusia adalah bayi ikan kering. Kemudian, Baidianr gagal memprediksi pemenang pertandingan sepakbola beberapa kali. Setelah itu, akun resmi Beijing's Palace Museum memposting foto kucing tersebut yang menyembunyikan wajahnya di balik cakar lantaran malu telah memberikan prediksi salah.

Tanpa menunggu lama, foto-foto tersebut mendapat perhatian besar dari netizen. Setiap pos terkait Baidianr akan menarik ribuan komentar dan repost, tidak peduli apakah prediksi benar atau salah.

Sebelum pertandingan dimulai, petugas museum akan memberikan dua mangkuk makanan kucing, lengkap dengan bendera negara yang bertanding. Mangkuk yang dipilih Baidianr itulah yang diprediksi menang, Foto: Weibo.

Ketika Baidianr membuat tebakan suksesnya yang keenam pada Selasa (26/6) dengan memilih Argentina atas Nigeria, lebih dari 8.000 netizen memberikan komentar yang mengatakan jika mereka telah menyiapkan makanan kucing dan camilan berkualitas terbaik sebagai hadiah.

Baca Lainnya : Kucing Ini Menangis Tiap Kali Pemiliknya Melepas Pelukan

Keesokan harinya, pihak museum melaporkan bahwa kucing itu sakit parah dan kemudian dibawa ke rumah sakit. Pada Rabu (27/6) sore, kaki belakang Baidianr tiba-tiba lumpuh, membuatnya mulai terengah-engah dan mengeong kesakitan.

Petugas museum membuat akun Sina Wiebo (media sosial di China) dengan nama Baidianr, yang memang dikhususkan bagi kucing ini untuk memberikan informasi terkini mengenai kondisi kesehatannya. Saat itu juga, Baidianr memiliki 21 ribu 'pengikut' di media sosialnya.

Sayangnya, Senin (2/7) kemarin sekitar pukul 8 pagi waktu setempat, akun tersebut mengumumkan bahwa Baidianr telah meninggal. "Maaf," katanya. Ribuan komentar telah diposting untuk mengucapkan selamat tinggal pada Baidianr. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Rambut Rontok Terus? Cermati Beberapa Penyebabnya

Health & Beauty   06 Des 2019 - 11:53 WIB
Bagikan:          

Peneliti Temukan Kaldu Sup Tradisional Rumahan Mampu Lawan Malaria?

Health & Beauty   06 Des 2019 - 07:42 WIB
Bagikan:          
Bagikan: