Berpose dengan Jerapah yang Diburunya, Perempuan Ini Picu Kemarahan Netizen

TrubusLife
Diah Fauziah
03 Juli 2018   12:30 WIB

Komentar
Berpose dengan Jerapah yang Diburunya, Perempuan Ini Picu Kemarahan Netizen

Tess Thompson Talley berpose dengan jerapah yang dibunuhnya. (Twitter/ AfriclandPost)

Trubus.id -- Seorang pemburu perempuan asal Kentucky, Amerika Serikat yang berpose dengan seekor jerapah yang dibunuhnya di Afrika Selatan telah memicu reaksi netizen setelah foto tersebut menjadi viral di media sosial.

Ribuan pengguna Twitter menyatakan kemarahan di akun pribadi Tess Thompson Talley karena membunuh jerapah dalam perjalanan berburu musim panas lalu.

"Doa untuk perburuan mimpi saya sekali seumur hidup menjadi kenyataan hari ini! Melihat jerapah hitam langka ini dan menguntitnya selama beberapa waktu," kata Tesh di Facebook pribadinya, yang saat ini foto tersebut sudah dihapus, menurut USA Today.

Baca Lainnya : Keberadaan Singa Mengancam Populasi Jerapah Secara Menyeluruh, Kok Bisa?

Jerapah yang diburu Tess berusia lebih dari 18 tahun, dengan berat mencapai 1.815 kilogram. Menurut National Geographic, rata-rata jerapah memiliki umur hingga 25 tahun.

Foto-foto itu beredar kembali setelah diunggah lagi di Twitter pada Juni lalu oleh situs web Africalandpost. Dengan cepat, Tesh mendapatkan kecaman online.

Debra Messing, seorang aktris yang terkenal karena perannya dalam serial TV NBC, Will and Grace, menggambarkan Tesh di Instagram sebagai pembunuh yang menjijikkan, keji, amoral, kejam, dan egois.

Komedian Ricky Gervais, yang sering posting mengenai isu konservasi hewan, menyebut Tesh senonoh di Twitter dan curiga jerapah yang dibunuhnya terancam punah.

Baca Lainnya : Bukan untuk Ambil Daun di Pohon, Ini Fungsi Sebenarnya Leher Jerapah

Tesh membela diri dengan mengirimkan email ke Fox News, bahwa jerapah yang dibunuhnya merupakan anggota dari sub spesies Afrika Selatan yang tidak langka.

"Jumlah sub spesies ini sebenarnya meningkat karena sebagian untuk pemburu. Upaya konservasi dibayar oleh perburuan besar," kata Tesh di email.

Perburuan besar bersifat legal di Afrika Selatan, di mana industri dan pariwisata terkait menghasilkan $2 miliar per tahun, menurut BBC.

Jerapah diklasifikasikan rentan punah pada tahun 2016 oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam, yang mengelola daftar spesies yang terancam punah di seluruh dunia. Jumlah jerapah di Afrika sub-Sahara telah menurun hampir 40 persen sejak 1985, menurut organisasi itu.

Baca Lainnya : Tidak Lagi Cokelat, Jerapah di Kenya Berwarna Putih

Tesh bukan orang Amerika pertama yang mendapat kecaman karena perburuan besar. Pada tahun 2015 lalu, seorang dokter gigi di Minneapolis mendorong kemarahan netizen karena membunuh Cecil, singa Zimbabwe yang terkenal.

Anak-anak Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Donald Jr. dan Eric, menikmati perburuan besar-besaran. Foto-foto mereka berpose dengan binatang yang dibunuh pada tahun 2011 lalu, termasuk macan tutul, menuai kritik setelah muncul kembali pada tahun 2016. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Sehat dan Lepas Stres dengan Menanam Buah di Pekarangan

Health & Beauty   28 Agu 2020 - 10:08 WIB
Bagikan: