Jangan Paksakan, Ini 7 Tanda Ibu Hamil Harus Batalkan Puasa

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
08 Juni 2018   19:30

Komentar
Jangan Paksakan, Ini 7 Tanda Ibu Hamil Harus Batalkan Puasa

Kehamilan memerlukan pasokan darah lebih untuk memenuhi kebutuhan bayi. (Blogspot)

Trubus.id -- Berpuasa di bulan Ramadan tidak diwajibkan untuk perempuan hamil terkait kesehatannya. Meski begitu, banyak perempuan muslim yang memilih untuk tetap berpuasa. Tidak masalah, selama ibu hamil dalam keadaan sehat dan kuat. Namun, bila mengalami gejala-gejala tertentu yang membuat tidak nyaman, sebaiknya puasa segera dibatalkan.

Islam dan dunia kesehatan tidak melarang perempuan hamil untuk berpuasa. Meski begitu, bila hal tersebut membahayakan ibu hamil dan bayi, lebih baik tidak berpuasa. Pasalnya, beberapa penelitian menyebutkan bahwa berpuasa mungkin meningkatkan risiko bayi lahir prematur.

7 Tanda Ibu Hamil Harus Membatalkan Puasa

Terkadang, ibu hamil tidak mengetahui batas kemampuan dirinya untuk tetap melanjutkan berpuasa atau tidak. Oleh karena itu, ini tanda ibu hamil harus membatalkan puasa.

  • Merasa Sangat Lelah

Rasa lelah tentu umum dialami ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Namun, bila merasa sangat lelah dan tidak berenergi di trimester selanjutnya, mungkin saja Trubus Mania mengalami anemia, yang dapat terjadi karena rendahnya kadar zat besi dalam darah. Pembatasan asupan kalori, seperti saat berpuasa, dapat memperparah kondisi ini. Jadi, bila hal ini terjadi padamu, lebih baik segera berbuka, ya.

Baca Lainnya : Ini Pentingnya Konsumsi Susu Selama Bulan Puasa

  • Dehidrasi Berat

Dehidrasi ringan seperti merasa haus, mulut kering, sakit kepala dan mengantuk umum terjadi saat berpuasa. Namun, hal ini berisiko terjadi pada perempuan hamil. Pasalnya, air sangat penting untuk plasenta, tempat bayi mendapatkan nutrisi pertumbuhannya. Apabila ibu hamil mengalami dehidrasi dalam jangka panjang, bisa menyebabkan infeksi saluran kemih, kurangnya air ketuban hingga kelahiran prematur bisa terjadi. Bila ingin tetap berpuasa, pastikan kamu minum air lebih banyak dari jumlah biasanya, apalagi bila cuaca sangat panas.

  • Penurunan Berat Badan

Meski pada beberapa kasus sering terjadi penurunan berat badan, terutama di trimester pertama, namun bila saat kehamilan berat badanmu justru berkurang, hendaknya juga menjadi perhatian. Dan, saat penurunan berat badan tetap terjadi di semester berikutnya, kondisi ini menjadi tanda hipertensi akibat kehamilan hingga gangguan pertumbuhan bayi. Oleh karena itu, pastikan kamu rajin menimbang berat badan, terutama saat berpuasa.

Baca Lainnya : Tips Puasa Sehat untuk Si Kecil

  • Jantung Sering Berdebar-debar

Kehamilan memerlukan pasokan darah lebih untuk memenuhi kebutuhan bayi. Sehingga, jantung harus bekerja lebih keras. Nah, hal ini bisa memicu jantung berdebar. Meski begitu, pola makan bisa memengaruhi kondisi ini. Bila jantungmu sering berdebar-debar, bahkan disertai dengan denyut nadi tidak teratur juga nyeri di dada, sebaiknya segera berbuka puasa dan menghubungi dokter.

  • Bayi tidak lagi bergerak atau menendang-nendang seperti biasa

  • Kram Perut, mulai mual, bahkan muntah-muntah

Tidak hanya kram perut, tapi juga merasa mual, dan bahkan muntah-muntah.

  • Rasa Nyeri Periodik

Jika merasakan nyeri periodik yang terasa seperti kontraksi, segera cek ke dokter kandungan. Ini bisa menjadi tanda kelahiran prematur.

Selain itu, Trubus Mania sangat disarankan untuk memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter sebelum memutuskan berpuasa. Apalagi jika Trubus Mania mengidap diabetes dan maag, ada kemungkinan calon bayi memiliki riwayat kelahiran prematur dan juga batu ginjal. [DF]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Nangka, Jadi Superfood yang Bisa Membunuh Sel Kanker

Astri Sofyanti   Health & Beauty
Bagikan:          
Bagikan:          

Ternyata, Orang yang Puasa Rentan Sariawan

Astri Sofyanti   Health & Beauty
Bagikan: