5 Perawatan Salon yang Membahayakan

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
03 Mei 2018   16:30

Komentar
5 Perawatan Salon yang Membahayakan

Menurutcancer.gov, lebih dari 5.000 bahan kimia berbeda digunakan dalam produk pewarna rambut, beberapa di antaranya bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker pada hewan. (Foto: Pinterest)

Trubus.id -- Cantik itu mahal. Ya, kan? Tapi, bagaimana jika cantik itu membawa risiko kesehatan? Banyak yang tidak setuju pastinya.

Namun, menurut sebuah penelitian baru, seperti dilansir dari Dailymail, satu dari lima perempuan di Amerika Serikat bersedia menjalani perawatan kecantikan berbahaya untuk mendapatkan penampilan sempurna, terlepas dari risiko yang ditimbulkan oleh prosedur ini terhadap kesehatan mereka.

Sebagian besar responden khawatir akan kerusakan jangka panjang perawatan kecantikan dan tujuh persen di antaranya mengaku mengalami reaksi alergi. Survei ini dilakukan oleh organisasi riset kecantikan LQS and Associates, di mana mereka mendata sekitar 1.000 perempuan yang datang ke salon untuk mempercantik penampilan.

Demi tampil cantik, mereka rela dan sadar akan risiko yang dihadapi termasuk rambut rontok, kulit bengkak, dan prosedur lain yang sangat menyakitkan.

Inilah lima prosedur perawatan kecantikan favorit perempuan yang membawa risiko kesehatan.

Baca Lainnya: Bukannya Mulus, Pakai Masker Wajah Setiap Hari Bisa Bikin Kulit Makin Kering

Hair Extention

Prosedur menyambung rambut ini merupakan cara paling cepat mengubah penampilan dari rambut pendek ke rambut panjang. Risiko hair extention adalah rambut rontok atau alopecia, resesi atau kemunduran secara bertahap garis rambut karena gaya rambut terlalu ketat yang menarik folikel rambut dari waktu ke waktu.

Manikur dan Pedikur

Meskipun jarang, beberapa kasus kematian pernah dilaporkan terkait kunjungan ke salon untuk perawatan kuku. Seorang perempuan asal California mengatakan jika kematian putrinya akibat infeksi yang terkait dengan bakteri yang mungkin didapatkan saat pedikur di salon.

Para ahli penyakit kaki, dokter spesialis kulit dan profesional kesehatan lainnya sudah mengingatkan bahwa cedera, infeksi virus, bakteri ataupun jamur adalah risiko yang harus diwaspadai saat melakukan manikur atau pedikur. Pastikan alat-alatnya steril.

Mewarnai Rambut

Diperkirakan, lebih dari sepertiga perempuan di atas usia 18 dan sekitar 10 persen pria di atas usia 40 mengecat rambutnya untuk berbagai alasan. Menurut cancer.gov, lebih dari 5.000 bahan kimia berbeda digunakan dalam produk pewarna rambut, beberapa di antaranya bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker pada hewan.

Pada manusia belum diketahui dengan jelas apakah dapat menyebabkan kanker. Pewarna rambut permanen, yang menguasai sekitar 80 persen produk pewarna rambut saat ini, mengandung zat kimia yang disebut amina aromatik. Warna lebih gelap menggunakan zat kimia yang lebih tinggi.

Baca Lainnya: Tiru Teknik Cubit Pipi untuk Wajah Glowy ala Meghan Markle

Pemutihan Gigi

Produk pemutih gigi mengandung 10 persen karbamid peroksida yang menghasilkan sekitar 3,5 persen hidrogen peroksida. Efek samping yang paling umum dilaporkan terkait penggunaan agen pemutih gigi berbahan peroksida ini adalah peningkatan sensitivitas gigi dan iritasi pada jaringan lunak di mulut (mukosa mulut), terutama gusi.

Tanning

Menggelapkan kulit entah itu dengan berjemur di pantai atau di salon, sama saja lantaran memberikan paparan radiasi ultraviolet (UV) yang berbahaya untuk kulit. Sinar UV tidak hanya bersumber dari sinar matahari, tapi juga dari lampu tanning yang digunakan untuk menggelapkan warna kulit di salon.

Kerusakan kumulatif yang disebabkan oleh radiasi UV dapat menyebabkan penuaan kulit dini. Ditandai dengan kerutan, kulit kendur, atau bintik-bintik coklat di kulit dan kanker kulit. Bahkan, orang yang pertama kali melakukan tanning sebelum usia 35, memiliki risiko kanker kulit melanoma sebesar 75 persen.

Facial

Efek samping yang paling umum dari facial wajah adalah kulit kemerahan akibat tekanan pengelupasan dan ekstraksi. Hindari memakai makeup atau menggunakan produk apa pun di kulit selama satu atau dua hari setelah facial. Hal ini untuk memberikan waktu agar kulit menyembuhkan diri. Jangan terlalu sering melakukan facial, ya.

Meskipun membawa risiko, mayoritas perempuan tetap melakukan beragam prosedur kecantikan. Jika dilakukan tidak berlebihan, penampilan cantik seperti yang diinginkan dapat terwujud.

Selain itu, Trubus Mania harus mengetahui produk apa yang digunakan oleh salon yang kalian datangi, apakah masuk produk aman atau justru ilegal. Jika terjadi kerusakan, bisa mengubah hidupmu selamanya. [DF]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Daur Ulang Sampah Ternyata Berbahaya Bagi Lingkungan

Thomas Aquinus   Health & Beauty
Bagikan:          

7 Manfaat Kesehatan dari Si Mungil Daun Ciplukan

Thomas Aquinus   Health & Beauty
Bagikan:          
Bagikan: