Hati-hati, Minum Alkohol Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Gusi

TrubusLife
Diah Fauziah | Followers 0
25 April 2018   22:30

Komentar
Hati-hati, Minum Alkohol Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Gusi

Alkohol dapat menimbulkan strain bakteri mulut yang terkait dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, penyakit gusi dan penyakit jantung. (Foto: Pixaba/ PhotoMIX-Company)

Trubus.id -- Masih ada ilmuwan yang tidak tahu tentang mikrobiome: kumpulan mikroorganisme sangat banyak yang hidup di dalam tubuh.

Namun, apa yang menjadi semakin jelas adalah kebiasaan gaya hidup seseorang, mulai dari makanan yang dikonsumsi hingga obat yang diminum, dapat memengaruhi koloni bakteri ini. Bahkan, minuman pun bisa berpengaruh.

Sebuah studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal mikrobiome, menemukan bahwa minum alkohol dapat mengubah beberapa dari sekitar 700 jenis bakteri di mulut seseorang.

Baca Lainnya: Pengaruh Alkohol pada Pria dan Perempuan Ternyata Berbeda, Loh

Studi ini menemukan bahwa alkohol dapat menimbulkan strain bakteri mulut yang terkait dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, penyakit gusi dan penyakit jantung. Secara bersamaan menekan varietas yang dapat melindungi tubuh dari infeksi.

Penelitian sebelumnya telah menemukan hasil yang sama pada hewan, tetapi stusi terbaru ini merupakan yang pertama menunjukkan hubungan seperti itu pada manusia.

"Kami tahu bahwa alkohol merupakan faktor risiko untuk banyak penyakit lainnya," kata peneliti senior Jiyoung Ahn, seorang ahli epidemiologi di New York University School of Medicine.

Baca Lainnya: Efek Minum Alkohol Sama dengan Kanker, Merusak Gen Secara Permanen

Ia melanjutkan, “Ini adalah alasan ilmiah lain, atau pembenaran, bahwa minum alkohol secara berlebihan tidak dianjurkan. Kita harus menghindari minum terlalu banyak untuk menjaga mikrobiome tetap sehat. ”

Penelitian ini mengamati 1.044 orang dewasa, di mana 270 di antaranya tidak minum alkohol sama sekali, 614 di antaranya minum secukupnya (satu gelas per hari untuk perempuan, dan satu atau dua gelas per hari untuk pria) dan 160 di antaranya minum lebih banyak.

Selanjutnya, mereka harus berkumur dan menyerahkan sampel tersebut untuk analisis genetika. Responden juga diharuskan mengisi kuesioner kesehatan dan gaya hidup yang terperinci.

Baca Lainnya: Stop Ganja dan Minum Alkohol, Miley Cyrus Kembali ke Jalan yang Benar

Hasilnya, para peneliti menemukan beberapa perbedaan yang jelas dalam mikrobioma oral peminum versus non-peminum. Peminum memiliki tingkat lebih tinggi dari tiga strain bakteri yang terkait dengan penyakit, termasuk kanker kepala, leher, kerongkongan dan pankreas.

Semakin banyak seseorang minum alkohol, kata Ahn, semakin terasa efek-efek ini. Perbedaan ini kemungkinan disebabkan oleh cara bakteri berinteraksi dengan senyawa dalam alkohol karena itu dimetabolisme, kata Ahn.

"Cukup aman untuk mengatakan bahwa alkohol memengaruhi mikrobiome lisan, karena cara lain tidak masuk akal," ucapnya.

Seperti kebanyakan temuan mikrobiom, Ahn memperingatkan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk benar-benar memahami cara bakteri berinteraksi dengan tubuh. [DF]

  

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Buruk, Dampak Makanan Organik pada Perubahan Iklim

Karmin Winarta   Health & Beauty
Bagikan:          
Bagikan: