Asyik, Bersepeda ke Kantor Dibayar Jika Kamu Tinggal di Sini

TrubusLife
Karmin Winarta | Followers 0
24 Juni 2018   18:00

Komentar
Asyik, Bersepeda ke Kantor Dibayar Jika Kamu Tinggal di Sini

Sepeda (Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Kemacetan nyaris menjadi masalah setiap kota besar. Tidak hanya Jakarta, Belanda dan tempat lain pun mengalami hal yang sama. Hal ini dikarenakan antara jumlah mobil dan jalan yang tersedia tidak sepadan

Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, dalam waktu dekat Belanda akan memberikan insentif kepada para pekerja yang ke kantor dengan bersepeda. 

Untuk menarik warganya beralih ke transportasi yang ramah lingkungkungan ini, pemerintah Belanda mengusulkan langkah unik: mengusulkan agar pesepedan diberi insentif sebanyak 0.42 guilder Dutch (kira-kira 7,7 ribu rupiah) untuk setiap kilometer yang ditempuh para pekerja..  

Ide unik ini diusulkan oleh Menteri Infrastruktur Belanda, Tientje Van Veldhoven sebagai langkah untuk mengurangi kemacetan pada jam-jam sibuk.  

“Saya ingin mengajak warga Belanda untuk tidak bergantung kepada mobil. Sebaliknya, mereka harus memakai sepeda untuk jarak-jarak yang lumayan jauh.  

Baca Lainnya: Ariyo Wahab: Sepeda Jadi Transportasi Utamaku

Ia menargetkan sebanyak 200.000 orang mengganti transportasinya dari mobil ke sepeda.  

Soal sepeda Belanda menyimpan fakta yang menarik. Saat ini Belanda telah memimpin dalam hal jumlah orang yang bersepeda. Terdapat sekitar 22,5 juta sepeda di Belanda, lebih dari 17,1 juta warga yang tingga di negeri tersebut. Sementara lebih dari seperempat warganya bersepeda ke tempat bekerja.

Lebih dari setengah perjalanan harian warga di Belanda jaraknya kurang dari 7,5km  dan lebih dari 50% jarak rumah warga dari tempat kerjanya kurang dari 15 km.

Sejak 2005, jumlah sepeda telah meningkat 11 persen, dan di Amsterdam, 32 persen dari semua perjalanan dilakukan dengan sepeda.  

"Sepeda memainkan peran penting dalam hal pencapaian, kualitas hidup dan kesehatan," kata Van Veldhoven.  [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Buruk, Dampak Makanan Organik pada Perubahan Iklim

Karmin Winarta   Health & Beauty
Bagikan:          
Bagikan: