Awas, Tren Mukbang Picu Anak Konsumsi Lebih Banyak Kalori

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
02 Juni 2018   19:00

Komentar
Awas, Tren Mukbang Picu Anak Konsumsi Lebih Banyak Kalori

Video mukbang memicu anak untuk ikut makan lebih banyak kalori (Foto: Youtube)

Trubus.id -- Media sosial tak hanya memengaruhi perilaku, tapi ternyata juga turut berperan memengaruhi pola makan anak-anak yang tidak sehat. Kok bisa?

Sebuah studi terbaru dari Liverpool University menunjukkan bahwa anak-anak yang menonton tayangan makan atau vlog makanan di media YouTube, lebih banyak mengonsumsi makanan berlemak dan manis.

Dilansir dari Metro UK, anak-anak dipengaruhi tayangan YouTube dari para YouTuber yang mengunggah video tentang makanan. Akibatnya, anak-anak mengonsumsi 26 persen lebih banyak kalori jika dibandingkan mereka yang tidak menontonnya.

Penelitian ini muncul karena adanya acara mukbang, tayangan di mana seseorang mengonsumsi makanan dengan porsi besar dan sangat banyak. Konten ini berasal dari Korea Selatan, namun semakin terkenal di seluruh dunia.

Baca Lainnya: Minum Jus Buah Saat Sarapan Bisa Sebabkan Obesitas Anak?

Kecanduan makanan manis dan berlemak, tentu dapat berakibat buruk. Penelitian yang dipresentasikan di European Congress tentang obesitas ini, meneliti respon dari anak-anak di sosial media. Penelitian ini menggunakan tayangan makanan dari kanal YouTuber, Zoella dan Alfie, yang aktif membuat video tentang makanan.

Tidak seperti iklan makanan, konten video di YouTube terasa lebih nyata, sehingga banyak orang mulai menirunya tanpa mereka sadari. Hal ini termasuk ke dalam pola makan.

Penelitian ini menggunakan 176 anak-anak yang dibagi dalam tiga kelompok. Satu kelompok untuk menonton tayangan video makanan sehat di YouTube. Satu kelompok untuk menonton tayangan video makanan tidak sehat. Serta satu kelompok lainnya menonton video YouTube yang tidak berhubungan dengan makanan.

Baca Lainnya: Bukan Memaksa, Ini Tips Agar Anak Makan Sayur

Setelah mereka menonton video tersebut, para peneliti menyediakan banyak makanan. Mulai dari makanan sehat dan tidak sehat. Hasilnya, anak-anak yang menonton video makanan tidak sehat, mengonsumsi lebih dari 448 kalori. Sementara mereka yang tidak menonton tayangan video tersebut, hanya mengonsumsi sekitar 357 kalori.

Dokter Emma Boyland, selaku salah satu peneliti mengatakan bahwa para YouTuber seharusnya bertanggung jawab atas efek semacam ini.

Baca Lainnya: Terlalu Pilih-pilih Makanan Bisa Menyebabkan Kurang Gizi, Loh

"YouTuber telah mendapatkan posisi kepercayaan di antara anak muda, dan seharusnya mereka bertanggung jawab atas video yang mereka buat," ungkap Emma.

Profesor Rusell Viner, selaku ketua dari Royal College of Paediatrics and Child Health, mengatakan bahwa pemerintah harus menerapkan lebih banyak peraturan, untuk melindungi anak-anak dari pengaruh obesitas.

"Sangat penting bahwa anak-anak harus dilindungi dari pemasaran junk food. Tidak hanya di televisi saja, tapi media online juga. Karena banyak anak yang menghabiskan waktu di sana." pungkas Profesor Rusell.

Nah, Trubus Mania. Hal ini juga menjadi peringatan bagi orang tua untuk membatasi screen time dan selalu mengawasi tontonan si kecil, ya. [DF]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Nangka, Jadi Superfood yang Bisa Membunuh Sel Kanker

Astri Sofyanti   Health & Beauty
Bagikan:          
Bagikan:          

Ternyata, Orang yang Puasa Rentan Sariawan

Astri Sofyanti   Health & Beauty
Bagikan: