Katak Mirip Ular, Racunnya Mampu Bunuh 150 Ekor Tikus Sekaligus

TrubusLife
Karmin Winarta
29 Mei 2018   11:00 WIB

Komentar
Katak Mirip Ular, Racunnya Mampu Bunuh 150 Ekor Tikus Sekaligus

Kodok (Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Tiap makhluk hidup telah dibekali bagaimana cara menghindari predator agar bisa terus survive. Sebuah spesis katak dari Brazil ini mempunyai pertahanan diri yang luar biasa unik.

Secara alami katak kerdil Cuyaba ini mempunya bentuk yang mirip ular untuk mengelabui para predator. Katak ini mempunyai dua spot mata di bagian pantatnya. Sekilas makhluk ini memang mengerikan jika dilihat dari belakang. 

Dua mata besar di ujung belakang ini membantu mencegah pemangsa seperti burung, ular, dan bahkan kelelawar pemakan katak.

Selain itu, untuk mempertahankan diri dari bahaya, katak ini mempunyai kemampuan membusungkan tubuhnya menjadi luar biasa besar. Belum cukup, ia juga menyimpan racun yang sangat mematikan di kelenjar yang berada di dekat pantatnya. 

National Geographic menulis, katak kerdil Cuyaba ini bisa ditemukan di seluruh Bolivia, Brasil, Argentina, dan Paraguay.

Racun yang dimiliki kodok ini mampu membunuh hewan-hewan kecil. Dengan dosis yang cukup sedikit saja mampu membunuh 150 ekor tikus. Namun racun itu tidak bisa membunuh manusia.   

Katak dan amfibi saat ini telah menghadapi risiko yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sehingga populasinya terancam. Namun jenis katak ini berhasil mempertahankan jumlah populasinya karena katak ini mampu berkembang biak sangat cepat. 

Salah satu ancamannya adalah penyakit jamur chytrid, atau chytridiomycosis, disebabkan oleh jamur patogen, Batrachochytrium dendrobatidis (Bd). 

Penyakit ini mampu membunuh amfibi dengan cara menghancurkan kulit, merusak sistem kekebalan tubuh, bahkan menyebabkan gagal jantung. Efek penyakit ini pertama kali terlihat pada 1990-an, ketika sejumlah spesies katak dinyatakan punah di Australia dan Amerika Selatan.

Sebuah studi yang diterbitkan pada 2004 menemukan, katak ini mampu menghasilkan rata-rata hampir 3800 telur. Katak ini bereproduksi dari bulan Oktober hingga Januari, selama musim hujan. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: