Telah Berdonor Darah 1.173 Kali, Pria Ini Akhirnya Pensiun di Usia 81

TrubusLife
Ayu Setyowati
14 Mei 2018   18:45 WIB

Komentar
Telah Berdonor Darah 1.173 Kali, Pria Ini Akhirnya Pensiun di Usia 81

James Harrison. (Foto: ABC)

Trubus.id -- Orang-orang menyebut James Harrison sebagai pria berlengan emas dengan alasan yang bagus. Selama 63 tahun terakhir, penduduk asli Australia itu mendonorkan darah secara teratur, dengan total sumbangannya diperkirakan telah menyelamatkan nyawa lebih dari 2 juta bayi.

Pada hari Jumat (11/5), Harrison yang berusia 81 tahun secara resmi pensiun sebagai pendonor setelah melakukan donasi terakhirnya karena telah mencapai usia maksimal donor yang diizinkan berdasarkan hukum Australia.

Seperti dikutip dari Washington Post, Harrison memutuskan untuk menjadi donor darah ketika berusia 14 tahun, setelah selamat dari operasi dada yang mengharuskan pemindahan salah satu paru-parunya, membuatnya berada di rumah sakit selama tiga bulan.

Baca Lainnya:  5 Manfaat Donor Darah, Salah Satunya Cegah Risiko Kanker

Ketika ayah Harrison memberi tahunya bahwa dia bisa selamat berkat donor darah orang tak dikenal, bocah itu memutuskan untuk mulai memberikan darah begitu dia mencapai usia minimum 18 tahun.

Pada tahun 1960-an, lebih dari satu dekade setelah donasi pertamanya, status James Harrison sebagai pria berlengan emas disematkan ketika dokter menemukan bahwa darahnya mengandung antibodi langka yang diyakini mampu memerangi penyakit rhesus pada bayi yang belum lahir.

CBS News menjelaskan bahwa kondisi mematikan ini biasanya terjadi ketika perempuan dengan darah RhD negatif, hamil dengan bayi yang memiliki darah RhD positif. Hal ini dapat menyebabkan bayi berikutnya memiliki penyakit hemolitik dari bayi yang baru saja lahir (HDN). Itu karena, sel darah merah janin ditolak akibat ketidakcocokan jenis darah antara ibu dan anak.

James saat melakukan donor darah untuk terakhir kalinya pada Jumat (11/5) lallu. Foto: Sott.

Dengan menggunakan plasma yang diekstrak dari darah Harrison, dokter menemukan suntikan Anti-D, yang pertama kali diberikan pada 1967 kepada seorang perempuan hamil di Rumah Sakit Royal Prince Alfred Australia.

Dalam lima dekade sejak itu, Harrison terus menyumbang darah, dengan plasma yang digunakan untuk membuat suntikan Anti-D untuk untuk ibu hamil. Jumlahnya mencapai jutaan. Petugas Layanan Darah Palang Merah Australia percaya bahwa Harrison telah menyelamatkan nyawa 2,4 juta bayi yang belum lahir, berdasarkan perkiraan 17 persen perempuan hamil di negara yang membutuhkan suntikan.

Ini termasuk cucu-cucu Harrison sendiri, karena putrinya, Tracey, memerlukan suntikan Anti-D pada tahun 1992, tidak lama setelah anak pertamanya lahir. Meskipun pernah mengatakan bahwa dia tidak memiliki rencana untuk berhenti menyumbangkan darah, Harrison telah berhasil menyumbang 1.173 kali donor darah.

Baca Lainnya: Ini Alasan Kenapa Para Pria Disarankan Rutin Donor Darah

Dan, sumbangan terakhirnya dilakukan pada hari Jumat lalu, ketika dia sudah melampaui batas usia yang ditetapkan Pemerintah Australia untuk donor darah. Acara ini dirayakan oleh sejumlah orang tua yang bayinya terselamatkan oleh suntikan Anti-D, sementara empat balon bertuliskan angka 1.173, melayang di atas kepala Harrison ketika dia bersiap untuk menyumbangkan sumbangan terakhirnya.

Saat ini, hanya 200 donor yang memenuhi syarat untuk program Anti-D, meskipun pejabat Dinas Palang Merah Australia berharap lebih banyak orang akan memenuhi syarat untuk membuat program mereka maju.

Bahkan, dengan semua dekade yang berlalu sejak James Harrison melakukan donor darah pertamanya, para ilmuwan tetap bingung. Mereka terus berspekulasi tentang bagaimana Harrison mampu menghasilkan antibodi yang diperlukan untuk suntikan Anti-D.

Baca Lainnya: Luar Biasa, Kebutuhan Darah Indonesia Mencapai 5,1 Juta Kantong

Sebagian besar peneliti percaya bahwa itu mungkin terkait dengan transfusi darah yang ia dapatkan pada usia 14 tahun. Terlepas dari apapun alasannya, publikasi menekankan bahwa Harrison selalu tetap rendah hati setiap melakukan donor darah.

Selain julukan pria berlengan emas, James Harrison telah menerima sejumlah penghargaan selama bertahun-tahun untuk upaya donor darahnya. Pada tahun 1999, dia diberi Medal of the Order of Australia.

Empat tahun kemudian, dia terdaftar di Guinness Book of World Records, setelah memecahkan rekor untuk jumlah donor darah terbanyak yang disumbangkan oleh satu orang. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Tetap Cantik dan Awet Muda dengan Batang Nyirih

Health & Beauty   23 Sep 2020 - 09:22 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: